Share

Ratusan Orang Terlihat Putus Asa Berdesakan Naik Pesawat di Bandara Kabul

Susi Susanti, Koran SI · Senin 16 Agustus 2021 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 18 2456427 ratusan-orang-terlihat-putus-asa-berdesakan-naik-pesawat-di-bandara-kabul-3A3zHycNay.jpg Orang-orang berdesakan naik ke pesawat terbang di Bandara Kabul, Afghanistan (Tangkapan video/ NDTV)

KABUL - Sebuah video ratusan warga Afghanistan berdesak-desakan untuk naik ke pesawat terbang untuk keluar dari negara itu di tengah kembalinya Taliban mungkin menjadi gambaran terakhir dari keputusasaan di negara yang dilanda perang itu. Wilayah udara Afghanistan telah ditutup sekarang.

Sebuah pesawat yang diparkir di bandara Kabul dikelilingi oleh lautan orang yang mendorong dan berjuang untuk masuk ke dalam kabin dari satu-satunya tangga yang terhubung ke pintu depan. Banyak juga yang terlihat berjalan di sekitar landasan dan tidak berusaha menemukan pesawat untuk naik, sebuah tanda bahwa mereka mungkin sudah putus asa untuk pergi.

Visual dari bandara Kabul lebih mirip halte bus yang kacau daripada bandara. Kawat berduri mengelilingi landasan di beberapa daerah, di belakangnya barisan warga Afghanistan menatap beberapa pasukan AS yang tersisa yang menjaga bandara.

Pasukan AS di bandara melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa pagi ini.

(Baca juga: Tak Percaya Taliban Cepat Kuasai Afghanistan, AS Akui Salah Perhitungan)

"Saya merasa sangat takut di sini. Mereka melepaskan banyak tembakan ke udara," kata seorang saksi mata kepada kantor berita AFP.

Kantor berita Reuters melaporkan otoritas Penerbangan Sipil Afghanistan meminta semua pesawat transit untuk mengubah rute, menambahkan setiap transit melalui wilayah udara Kabul tidak akan terkendali. Wilayah informasi penerbangan Kabul mencakup seluruh Afghanistan.

(Baca juga: Presiden Afghanistan: Melarikan Diri Adalah Pilihan yang Sulit)

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Taliban menguasai Afghanistan setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu dan mengakui para teroris telah memenangkan perang 20 tahun. Runtuhnya pemerintahan yang sangat cepat, dengan teroris mengambil alih istana presiden pada Minggu (15/8) malam, memicu ketakutan dan kepanikan di ibu kota Kabul.

Presiden Ghani melarikan diri pada Minggu (15/8) ketika Taliban mengepung Kabul. Taliban mengklaim kemenangan militer nasional yang menyatakan semua kota jatuh ke tangan mereka hanya dalam 10 hari.

"Taliban telah menang dengan penghakiman pedang dan senjata mereka, dan sekarang bertanggung jawab atas kehormatan, properti, dan pertahanan diri warga negara mereka," kata Ghani dalam sebuah pernyataan di Facebook, sejak melarikan diri.

Dalam sebuah video yang diposting ke media sosial, salah satu pendiri Taliban Abdul Ghani Baradar juga mengumumkan kemenangan. “Sekarang saatnya menguji dan membuktikan, sekarang kita harus menunjukkan bahwa kita bisa mengabdi kepada bangsa dan menjamin keamanan dan kenyamanan hidup,” ujarnya.

Pasukan pemerintah Afghanistan runtuh tanpa dukungan militer AS, yang menyerbu pada 2001 setelah serangan 11 September dan menggulingkan Taliban karena dukungannya terhadap Al Qaeda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini