Selanjutnya Jayanagara digantikan oleh Tribhuwanatunggadewi yang setelah menjadi raja bergelar Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani. Dalam perkawinannya dengan Kertawardhana memperoleh tiga orang anak, salah satunya Hayam Wuruk yang lahir pada tahun 1334 M.
Pada tahun yang sama terjadi gempa bumi yang kemudian ditafsirkan akan terjadinya perubahan besar di Majapahit. Kejadian itu diikuti dengan pengangkatan Gajah Mada sebagai patih Mmangkubumi.
Tribhuwanatunggadewi memerintah selama 22 tahun sampai tahun 1350 M. Setelah raja ini mengundurkan diri, kemudian diganti oleh Hayam Wuruk. Hayam Wuruk memerintah Majapahit cukup lama yaitu 36 tahun, antara tahun 1350 M sampai 1386 M.
Dalam masa pemerintahan yang panjang ini, Hayam Wuruk didampingi oleh Patih Gajah Mada dan kerajaan mengalami masa kejayaan. Namun Gajah Mada mendampingi Hayam Wuruk hanya sampai tahun 1364 M) Setelah Hayam Wuruk meninggal pada tahun 1386 M, sebagai pengganti adalah menantunya, yaitu Wikramawardhana (suami Kusumawardhani) yang memerintah antara tahun 1386 M – 1397 M.
Demikianlah sampai dengan akhir abad XIV Majapahit sudah diperintah oleh 5 orang raja yang berbeda dan pada masa ini pula Majapahit berada di puncak kejayaannya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.