Kemudian pada hari senin tanggal 20 agustus 1945 pemancar radio itu disegel oleh Jepang dan karyawannya dilarang masuk. Disegelnya pemancar radio pada kantor berita Domei, tidak menghalangi tekad para pemuda untuk menyebarkan berita proklamasi.
Para pemuda membuat pemancar baru dengan bantuan sejumlah teknisi radio, Sukarman, Sutanto, Susilahardja, dan Suhandar. Alat-alat pemancar dibawakan dari kantor berita Domei secara sembunyi-sembunyi kepada rumah Palenewen, dan sebagian ke Menteng 31. Walaupun dengan susah payah, akhirnya jadilah pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK I. Pemancar inilah yang banyak berperan dalam menyiarkan berita proklamasi.
Penyebaran berita proklamasi tidak terbatas melalui udara, tetapi juga melalui pers dan slebaran-slebaran kertas. Dalam hal ini, peran buruh kereta api sangat besar dalam membawa berita proklamasi melalui surat-surat slebaran. Pada tanggal 20 Agustus 1945, hampir seluruh harian di Jawa memuat berita proklamasi dan UUD Negara Republik Indonesia yang baru saja dibentuk. Selanjutnya berita proklamasi dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru tanah air, yang segera pula mendapat sambutan dari rakyat. (din)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.