Ia menjelaskan latihan upacara di lapangan dilakukan hingga pukul 5 sore. Setelah itu malamnya di lanjutkan dengan pemberian materi oleh tim Diklat melalui video conference di kamar masing-masing hingga pukul 9 malam.
"Kegiatan materi malam itu biasanya kayak ada pengarahan-pengarahan misalnya belajar public speaking, menjadi ketua, pengamalan nilai-nilai Pancasila. Itu kita full cuma ada di Cibubur doang hanya gladi yang berangkat ke istana negara,"urainya.
Ia mengaku menjadi Paskibraka Nasional di masa pandemi cukup berbeda karena seluruh peserta harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.
"Untuk interaksi biasanya dalam satu kamar ini ada dua kasur kalau tahun-tahun sebelumnya itu 1 kamar 2 orang karena ada dua kasur untuk saat ini satu kamar itu cuma sendiri kak. Kemudian kita pun boleh lepas masker cuman di kamar lalu kita juga harus make doubel masker yang di dalam itu masker medis dan di luarnya pakai masker yang dipakai saat pengibaran biar terbiasa sama maskernya," paparnya.
"Ekspektasi waktu pengukuhan itu kayak bakal salaman gitu atau enggak gimana tapi ternyata emang harus jaga jarak terus awal latihan juga sesak banget kak sampai nggak kuat karena double masker," urainya.
"Harapannya semoga ulang tahun Indonesia yang ke 76 ini Indonesia kedepannya ekonomi jadi lebih maju, pemerintahannya lebih bijak dan lebih sering mendengar suara rakyatnya gitu. Semoga makin aman aja dan nggak ada kerusuhan-kerusuhan lainnya," harapnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.