Buntut Hakim Diserang Terdakwa, PN Banyuwangi Lapor Mahkamah Agung

Eris Utomo, iNews · Jum'at 20 Agustus 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 519 2458445 buntut-hakim-diserang-terdakwa-pn-banyuwangi-lapor-mahkamah-agung-7byvOamgTB.jpg Terdakwa serang hakim PN Banyuwangi (Foto: Eris Utomo)

BANYUWANGI - Pengadilan Negeri Klas 1a Banyuwangi, Jawa Timur melaporkan penyerangan terhadap Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi oleh terdakwa Yunus Wahyudi kepada Mahkamah Agung.

Penyerangan terhadap majelis hakim oleh terdakwa dalam kasus penjemputan paksa jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 terjadi setelah Ketua Majelis Hakim Khamozaru Waruwu membacakan putusan dengan vonis tiga tahun penjara, pada Kamis 19 Agustus 2021 siang.

Pasca-terjadinya penyerangan terhadap Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi yang terjadi di dalam ruang sidang menuai kecaman. Pihak Pengadilan Negeri Kelas 1a Banyuwangi pun melaporkannya kepada Mahkamah Agung.

Baca Juga: Ngamuk Serang Polisi dan Warga Pakai Golok, ODGJ di Tangerang Tewas Ditembak

Laporan tersebut untuk menentukan langkah hukum terhadap perbuatan anarkis seorang terdakwa terhadap majelis hakim.

Humas Pengadilan Negeri Banyuwangi I Komang Didiek Prayoga mengatakan, Pengadilan Negeri Banyuwangi juga meminta petunjuk Pengadilan Tinggi Jawa Timur di Surabaya atas insiden penyerangan yang notebene merupakan perbuatan pelecehan dan penghinaan terhadap peradilan.

Beruntung aparat kepolisian yang berjaga di dalam ruang sidang berhasil menghalau aksi terdakwa dan menyeretnya keluar ruang persidangan.

Aktivis antimasker yang dalam persidangan tidak mengenakan masker tersebut divonis tiga tahun penjara lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut empat tahun penjara. Terdakwa langsung digelandang paksa masuk ke mobil untuk dibawa ke Lapas Kelas 2b, Banyuwangi untuk menjalankan hukuman.

Baca Juga: Divonis 3 Tahun Penjara, Aktivis Antimasker Serang Majelis Hakim 

Sebelumnya, terdakwa menjalani hukuman tahanan kota setelah mejelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terdakwa karena terpapar Covid-19 dan dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Blambangan Banyuwangi.

Terdakwa Yunus sendiri didakwa atas tindak pidana penjemputan paksa jenazah terkonfirmasi positif Covid-19, kekarantinaan kesehatan dan Undang–Undang ITE.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini