Terkena PHK, ABG di Bali Edarkan Puluhan Ribu Pil Koplo dan Sabu

Made Argawa, iNews · Senin 23 Agustus 2021 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 244 2459877 terkena-phk-abg-di-bali-edarkan-puluhan-ribu-pil-koplo-dan-sabu-g8Aey7X7Kb.jpg Foto: MNC Media

TABANAN - Pandemi Covid-19 dirasakan hampir seluruh masyarakat. Bahkan, seorang pemuda di Bali bernama Bagus Imam Aidin (19) terpaksa berjualan pil koplo karena di PHK akibat pandemi.

(Baca juga: Tok! Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara Kasus Korupsi Bansos Covid-19)

Pria asal Blitar ditangkap saat hendak mengedarkan 30 ribu pil koplo. Satuan narkoba Polres Tabanan berhasil mengamankan tersangka bersama barang buktinya.

Bagus berhasil dibekuk di sebuah penginapan di jalur Denpasar-Gilimanuk saat akan melakukan transaksi jual-beli narkoba jenis sabu pada Kamis (19/8) dari tangan pelaku disita 2 paket narkoba jenis sabu dan empat butir pil koplo.

(Baca juga: Ancam Warga dengan Golok, Pria Mengaku Jenderal Bintang Dua Dikeroyok)

Selanjutnya, polisi melakukan pemeriksaan pada kost pelaku dan ditemukan 12.000 butir pil koplo warna kuning berlogo dmp yang disimpan dalam botol plastik. Selain itu, polisi juga menemukan 18.000 butir pil koplo warna putih dengan logo y di dalam botol plastik disimpan dalam kardus oleh tersangka.

Menurut pengakuan tersangka, pil koplo diperoleh dari Jawa Timur dengan seorang perantara. Dia mengaku baru berjualan pil koplo dan sabu selama enam bulan karena terkena PHK akibat pandemi. Sebelumnya, tersangka bekerja di sebuah rumah makan di Denpasar.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra mengatakan, tersangka mengedarkan sabu dan pil koplo melalui pesan singkat WhatsApp. Selanjutnya barang haram akan ditempel di lokasi yang telah disepakati.

“Kami juga menyita barang bukti lain seperti timbangan elektonik, plat kendaraan palsu dan sebuah sepeda motor,” ujar Ranefli.

Ditambahkannya, tersangka diancam dengan pasal berlapis / pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 196, 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini