Pesawat AS Terakhir Tinggalkan Afghanistan Usai Perang 2 Dekade, Taliban Kuasai Bandara Kabul

Susi Susanti, Okezone · Selasa 31 Agustus 2021 05:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 18 2463614 pesawat-as-terakhir-tinggalkan-afghanistan-usai-perang-2-dekade-taliban-kuasai-bandara-kabul-7NkcEG6jYg.jpg Pesawat AS terakhir tinggalkan Afghanistan (Foto: AFP)

KABUL - Amerika Serikat (AS) telah menyelesaikan misi evakuasinya dari Afghanistan dan Taliban sekarang akan menguasai bandara Kabul. Keberangkatan itu terjadi hampir tepat 20 tahun setelah AS dan pasukan sekutu menginvasi Afghanistan.

Pejabat AS mengkonfirmasi Pesawat evakuasi terakhir AS meninggalkan Afghanistan pada Senin (30/8), Ini menandai keberangkatan terakhir pasukannya dari negara itu setelah hampir 20 tahun perang. Pesawat terakhir lepas landas satu menit sebelum tengah malam di Kabul.

"Saya di sini untuk mengumumkan selesainya penarikan kami dari Afghanistan, dan berakhirnya misi militer untuk mengevakuasi warga Amerika," kata Komandan Pusat Jenderal Frank McKenzie.

McKenzie mengatakan pesawat militer AS dan koalisi telah mengevakuasi lebih dari 120.000 warga sipil selama dua minggu pengangkutan udara yang disebabkan oleh perebutan kekuasaan Taliban.

"Kami tidak mengeluarkan semua orang yang kami inginkan,” tambahnya.

(Baca juga: Serangan Udara AS di Kabul Dilaporkan Telan Korban Warga Sipil)

Setelah kepergian AS, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan tentara Amerika meninggalkan bandara Kabul dan bangsa kita mendapatkan kemerdekaan penuh.

Taliban mengkonfirmasi telah menguasai bandara di ibukota Afghanistan dan tembakan terdengar di sekitar kota tak lama setelah konfirmasi penarikan AS.

Awal tahun ini, Presiden Joe Biden menetapkan batas waktu 31 Agustus untuk penarikan penuh pasukan AS- dari Afghanistan.

Setelah pesawat terakhir berangkat, Biden mengeluarkan pernyataan yang mengatakan dia akan menjelaskan keputusannya untuk tidak memperpanjang prosesnya.

(Baca juga: Taliban Perintahkan Warga Kabul Serahkan Senjata, Amunisi, dan Barang Milik Negara)

"Besok sore, saya akan berbicara kepada rakyat Amerika tentang keputusan saya untuk tidak memperpanjang kehadiran kami di Afghanistan setelah 31 Agustus," katanya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini