Share

Minta Sumbangan Ngaku untuk Korban Konflik, WN Pakistan Dideportasi

Endro Dwirawan, iNews · Kamis 02 September 2021 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 340 2465093 minta-sumbangan-ngaku-untuk-korban-konflik-wn-pakistan-dideportasi-2WUWjgyNHC.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BENGKULU - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan, diamankan di kantor Imigrasi kelas i Bengkulu karena melakukan kegiatan illegal, dengan mengumpulkan sumbangan dari masyarakat. Selain di Bengkulu, bersama rekannya yang berhasil kabur, WNA tersebut telah mengumpulkan donasi di beberapa daerah lainnya.

Ahmed Ilyas diamankan oleh petugas kantor Imigrasi kelas i Bengkulu, setelah petugas menerima laporan dari masyarakat yang resah akan keberadaan WNA yang meminta-minta sumbangan di sekitar Pasar Panorama, Kota Bengkulu.

Baca juga:  Warga Negara Amerika Ditemukan Meninggal Dunia di Bali

Ahmed Ilyas diketahui datang ke Bengkulu bersama rekannya yang bernama Arsalan, menggunakan mobil travel dari Kota Bandung. Namun saat akan ditangkap rekan berhasil kabur menggunakan angkutan umum.

“Kegiatan pengumpulan dana yang dilakukan dua WNA ini, tidak sesuai dengan kartu izin tinggal terbatas atau kitas, selain itu kegiatan tersebut tidak mengantongi surat keterangan dari instansi terkait dan menimbulkan keresahan,” kata Kepala Kantor Imigrasi kelas I Bengkulu, Samsu Rizal, Kamis (2/9/2021).

Baca juga:  Tersangkut Kasus Ganja di Bali, Bule Jerman Dideportasi

Adapun, sambung dia, dalih pengumpulan dana yang dilakukan yakni pengumpulan dana bagi korban konflik perbatasan kasmhir di negaranya, dengan proposal dari sebuah yayasan yang ada di negaranya.

“Mereka berdalih untuk korban konflik perbatasan kasmhir. Karena melanggar keimigrasian, WN pakistan tersebut akan di deportasi ke negaranya dan juga memberikan sanksi pembatalan izin tinggal, dan memasukkan nama yang bersangkutan kedalam daftar penangkalan,” tegasnya.

Dari penelusuran kantor Imigrasi Bengkulu, kedua WN Pakistan tersebut telah melakukan kegiatan yang sama di sejumlah kota lainnya seperti Cirebon, Lampung, Jambi dan daerah Jawa Timur.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini