Sepi Omzet Imbas Covid-19, Montir Bengkel Alih Profesi Jadi 'Petani' Ganja

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 03 September 2021 22:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 519 2465939 sepi-omzet-imbas-covid-19-montir-bengkel-alih-profesi-jadi-petani-ganja-zABQubRVup.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

MALANG - Sepinya bengkel di Bali membuat pria asal Lumajang ini beralih menjadi petani ganja. Pria berinisial TB berprofesi sebagai montir ini menanam ganja di kediamannya di Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono mengungkapkan, bila TB (30) nekat menanam ganja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sepulang dari Bali karena bengkelnya sepi omzet imbas pandemi Covid-19. Di Lumajang ia bercocok tanam ganja di rumah.

"Pelaku ini mendapat bibit ganja dari seseorang berinisial JW yang bekerja di Bali. Tersangka mengumpulkan daun, ranting, dan biji - bijiannya lalu ditanam di Lumajang," ucap Bagoes saat memimpin rilis di Mapolres Malang, pada Jumat sore (3/9/2021).

Ia kemudian mengedarkan ganja tersebut di Kabupaten Malang. Berbekal adanya informasi peredaran ganja di Kabupaten Malang inilah polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya pelaku berhasil diamankan di rumah kosnya di Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Kemudian polisi mengembangkan dengan melakukan penggeledahan di rumahnya. Di kediaman pelaku, Polres Malang mendapati setidaknya ada 56 batang tanaman ganja, yang telah panen dan hasilnya dijual. TB sejauh ini telah menjual hasil panen ganjanya dengan keuntungan Rp 2 juta.

"Tersangka menjual satu paketnya Rp 700 ribu per paketnya. Selain dijual, tersangka juga memakai sendiri ganja tersebut," ungkap mantan Kapolres Madiun ini.

Atas ulahnya pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 111 ayat 2 dan 1, Undang - Undang RI Nomor 35 tahun 2009. "Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara," tukasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini