3 Orang Meninggal Setelah Disuntik Vaksin Moderna dari Batch Terkontaminasi Stainless Steel

Vanessa Nathania, Okezone · Selasa 07 September 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 18 2467548 3-orang-meninggal-setelah-disuntik-vaksin-moderna-dari-batch-terkontaminasi-stainless-steel-On7tFN61EJ.JPG Foto: Reuters.

TOKYO - Otoritas kesehatan Jepang telah mengonfirmasi bahwa seorang pria telah meninggal, sehari setelah menerima dosis kedua vaksin Covid-19 Moderna dari batch yang telah ditarik karena tercemar.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan yang dikutip media lokal, pria berusia 49 tahun itu mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 keduanya pada 11 Agustus dan dinyatakan meninggal keesokan paginya.

BACA JUGA: Bahan Asing Ditemukan, 1,6 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Moderna Ditarik

Sejauh ini belum diketahui pasti apakah kematiannya terkait dengan vaksinasi, juga tidak diketahui apakah almarhum memiliki kondisi kesehatan mendasar yang mungkin berpengaruh pada kematian mendadaknya.

Diwartakan RT, pria itu disuntik dengan dosis yang berasal dari salah satu batch vaksin yang sekarang ditangguhkan karena diduga tercemar.

Sekira 2,6 juta suntikan vaksin Moderna ditarik kembali di seluruh Jepang setelah partikel asing ditemukan di dalam beberapa botol. Pihak berwenang awalnya menarik sekira 1,63 juta dosis vaksin dari tiga lot berbeda, kemudian menarik satu juta dosis vaksin lainnya di Prefektur Okinawa dan Gunma setelah ditemukan kontaminasi juga ditemukan.

BACA JUGA: Partikel Hitam Ditemukan dalam Botol, Jepang Tangguhkan Penggunaan Vaksin Moderna

Pria itu adalah orang ketiga di Jepang yang meninggal setelah menerima dosis dari batch yang terkontaminasi.

Sebelumnya, dua pria, keduanya berusia 30-an, meninggal beberapa hari setelah mendapatkan suntikan vaksin Moderna kedua mereka. Namun, dilaporkan bahwa tak satu pun dari botol yang digunakan untuk memvaksinasi para korban yang mengandung partikel asing.

Investigasi atas kematian mereka saat ini masih berlangsung.

Zat asing yang ditemukan di beberapa lusin botol, yang menyebabkan batch vaksin ditarik, ditemukan sebagai stainless steel.

Pekan lalu, distributor Jepang Moderna, Takeda Pharmaceutical Co., mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan di pabrik di mana kontaminasi diduga terjadi, yang menunjukkan adanya serutan logam dan kemungkinan besar berasal dari mesin di fasilitas tersebut. Namun, perusahaan bersikeras bahwa partikel tersebut tidak menimbulkan bahaya bagi pasien, karena "baja tahan karat secara rutin digunakan pada katup jantung, penggantian sendi dan jahitan dan staples logam."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini