JAKARTA - Sejumlah calon pendonor plasma kovalen yang datang dari pihak MNC Peduli berusaha mendonorkan plasma konvalesen. Namun, niat untuk mendonorkan plasma konvalesen kandas karena gagal dalam proses skrining.
Beberapa calon pendonor sempat melakukan wawancara awal terkait kondisi yang dialami ketika mengalami masa Covid-19. Kemudian dilanjutkan ke proses pengambilan sample darah. Setelah menunggu hasil, ternyata mereka tidak dapat melanjuti ke proses selanjutnya yakni donor plasma konvalesen.
“Ingin donor karena pernah mengalami Covid-19, jadi alangkah baiknya kalau membantu yang lainnya juga. Namun ini sepertinya gagal, tidak lolos tes darah, jadi gabisa lanjut donor plasma Konvalesen,” kata calon pendonor, Muhammad Ashif di lokasi PMI DKI Jakarta, Rabu (08/09/2021)
Ashif mengaku sedikit menyesal tidak dapat memberikan plasma konvalesennya. Namun, menurutnya dirinya masih bisa melanjutkan ke proses donor darah konvesional atau biasa.
“Karena gagal jadi diarahkan ke donor darah biasa, kebetulan saya sebelum-sebelumnya donor-donor darah biasa,” lanjutnya.
“Ya jadi untuk teman-teman penyintas, mungkin bisa melakukan donor konvalesennya, nanti kalau gabisa donor plasmanya bisa donor darah biasa.” tanda Ashif.
Pada hari sebelumnya, salah satu calon pendonor dari MNC Peduli berhasil lolos skrining untuk melakukan donor plasma. Dia mengatakan motivasinya yakni untuk turut membantu para masyarakat yang juga dalam masa pemulihan Covid-19.
“Motivasinya setelah menjadi penyintas saya ingin membantu teman-teman yang lain yang membutuhkan bisa saling sharing dan caring, jadi apa yang bisa saya berikan akan saya berikan. Semangat teman-teman semua,” kata Bagas di PMI DKI Jakarta, Selasa (07/09/2021)
Sementara, Wakil Kepala Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta, Dian Winarti membenarkan panjangnya proses skrining dalam donor plasma. Menurutnya bahkan, dibutuhkan para penyintas Covid-19 yang saat terinfeksi memiliki gejala.
“Pertama syarat administrasinya juga sudah cukup banyak, lalu OTG atau tanpa gejala itu tidak bisa, jadi harus yang bergejala seperti demam, sesak, kemudian saturasinya dibawah 93,” ujar Dian.