KABUL - Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meminta maaf kepada rakyat Afghanistan setelah melarikan diri untuk berlindung di Uni Emirat Arab (UEA).
"Meninggalkan Kabul adalah keputusan tersulit dalam hidup saya," terangnya.
Dia mengaku menyesal tidak dapat mengakhiri masalah di negaranya dengan cara yang berbeda.
Dia mengatakan dia tidak bermaksud untuk meninggalkan rakyatnya tetapi "itu adalah satu-satunya cara".
Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Twitter pada Rabu (8/9), Ghani mengatakan dia tidak punya pilihan selain meninggalkan negara itu untuk menghindari kekerasan yang meluas.