KERTANEGARA dikenal sebagai raja yang membawa kejayaan di Kerajaan Singasari. Namun kendati terkenal membawa Kerajaan Singasari ke kejayaan dengan wilayah yang luas ada sisi lain Raja Kertanegara.
Raja Kertanegara dikisahkan sering kali memecat para pejabat dan suka minum - minuman keras, sebagai bagian dari salah satu ritual agamanya. Hal ini dikisahkan dalam buku "Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan" karya Muhammad Syamsuddin.
Baca juga: Kisah Raja Kertanegara Taklukkan Melayu dan Bali Melalui Ekspedisi Pamalayu
Diceritakan bahwa di masa Kertanegara inilah terjadi penyatuan antara agama Hindu aliran Syiwa dengan agama Buddha aliran Tantrayana. Kertanegara pun lebih popular disebut sebagai sosok Bhatara Siwa Buda. Dikisahkan dalam naskah Negarakertagama Kertanegara telah menguasai semua ajaran agama Hindu dan Buddha.
Hal itu pula yang menyebabkan nama Kertanegara disebutkan dalam naskah - naskah kidung sebagai manusia dan raja yang bebas dari segala dosa. Hasilnya Kertanegara sering kali melakukan hal - hal yang dalam sudut pandang agama dikenal sebagai menyimpang. Bahkan Kertanegara konon kerap kali minum minuman keras yang dikenal sebagai salah satu ritual agamanya.
Baca juga: Sejarah Wisnuwardhana, Satu-satunya Raja Singasari yang Meninggal dengan Wajar
Nama Raja Kertanegara konon bahkan diabadikan sebagai patung Jina Mahakshobhya (Buddha), yang hingga sekarang patung itu masih ada di Taman Apsari, Surabaya. Patung ini selain sebagai upaya mengenang sosok Kertanegara, juga merupakan simbol penyatuan ajaran Syiwa - Buddha.