Kesal Dibilang Bodoh, Pria Ini Hajar Rekannya hingga Bonyok

Arther Loupatty, iNews · Senin 13 September 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 340 2470666 kesal-dibilang-bodoh-pria-ini-hajar-rekannya-hingga-bonyok-8OomEIVbO2.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

MANADO - Seorang pria warga Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, berinisial VM alias Valen (28) diamankan Tim Totosik Polres Tomohon, Minggu 12 September 2021 sekitar pukul 21.00 Wita. Pasalnya, VM diamankan karena diduga menganiaya rekannya, Steven Paat (39) yang berprofesi sebagai tukang di Kelurahan Kolongan, sekitar 1,5 jam sebelum diamankan Tim Totosik.

Kronologi kejadian, pada Minggu sekitar pukul 19.30 Wita, tersangka datang ke rumah rekannya yang sedang menggelar syukuran ulang tahun.

Sampai di lokasi tersebut, tersangka melihat korban sedang duduk menggelar pesta miras dengan rekan-rekan korban. Kurang lebih lima menit kemudian, tiba-tiba korban mendekati tersangka dan menyampaikan kata-kata “bodoh”, yang membuat tersangka merasa tersinggung. Tersangka yang sudah tersulut emosi, langsung memukul wajah korban.

Baca Juga:  Sakit Hati Sering Disuruh-suruh, Cleaning Service Bunuh Karyawan Perusahaan Pengolahan Minyak Goreng

Merasa terancam, korban langsung melarikan diri menuju ke Mapolsek Tomohon Tengah guna melaporkan kejadian yang dialaminya. Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami memar dan sakit di bagian mata sebelah kanan.

Mendapatkan laporan penganiayaan tersebut, Tim Totosik langsung mencari pelaku selanjutnya diamankan di Mapolsek Tomohon Tengah.

Baca Juga:  Kasus Tumbal Pesugihan, Polisi Minta Izin Keluarga Autopsi Jenazah Dandi Saputra

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menyayangkan aksi penganiayaan yang disebabkan hal sepele. Iapun mengingatkan agar warga tidak gampang tersulut emosi apalagi dalam keadaan mabuk.

“Banyak penganiayaan terjadi karena sebelumnya pelaku sudah mengkonsumsi minuman beralkohol. Oleh karena itu, mari kita hilangkan budaya mengonsumsi minuman beralkohol, karena dampak buruknya lebih banyak,” singkat Kombes Pol Jules Abraham Abast.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini