Kelakuan Dokter Campur Sperma di Makanan Istri Temannya Tepergok Lewat Kamera

Agregasi Solopos, · Senin 13 September 2021 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 512 2470438 kelakuan-dokter-campur-sperma-di-makanan-istri-temannya-tepergok-lewat-kamera-Rg9iuEg92d.jpg Ilustrasi (Foto: Ist/iNews)

SEMARANG - Perbuatan cabul seorang dokter yang nekat mencampurkan sperma ke makanan korbannya terungkap dari rekaman kamera korban. Hal tersebut dilakukan korban, bermula dari kecurigaan di rumah kontrakannya.

Pendamping korban dari Legal Resource Center untuk Keadlian Jender dan HAM (LRCKJHAM), Nia Lishayati, mengatakan, korban awalnya curiga karena posisi tudung nasi di rumahnya selalu berubah posisi. Ia awalnya menduga karena tikus atau kucing.

Baca Juga: Dokter di Semarang Campur Sperma ke Makanan Istri Teman Seprofesi Dilakukan Bertahun-Tahun

Kecurigaan itu terbantahkan karena korban merasa tak ada hewan tersebut di rumah kontrakannya. Korban pun memasang kamera gawai dan meletakkannya di tempat tersembunyi. Dari situlah terkuak kelakuan bejat pelaku.

Dalam rekaman video tersebut, pelaku terlihat sering mengintip korban yang sedang mandi sambil melakukan masturbasi. Tak cukup sampai di situ, pelaku kemudian meletakkan spermanya ke dalam makanan yang disiapkan korban untuk suaminya.

Bisa dibayangkan, kata Nia, dalam waktu yang lama, korban dan suaminya memakan makanan yang tercampur dengan sperma pelaku. "Hal ini membuat korban trauma dan merasa tertekan,” tuturnya dikutip Solopos, Senin (13/9/2021).

Baca Juga: Dokter Campur Sperma di Makanan Istri Temannya Sering Mengintip saat Mandi

Korban pun memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke Komnas Perempuan, yang merekomendasikan ke LRCKJHAM pada Desember 2020. Padahal, sang pelaku sudah memiliki istri dan anak, namun tak diajak ke Semarang.

Pelaku juga sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di sebuah universitas di Semarang. “Pelaku juga sudah bekerja sebagai dokter dan memiliki klinik di luar Semarang,” katanya.

Adapun pelaku bisa tinggal satu kontrakan dengan korban dengan alasan untuk menghemat. Awalnya korban menolak, namun karena pelaku bersikeras akhirnya mereka tinggal bersama. Pelaku dengan suami korban adalah rekan seprofesi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini