Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BIN Pastikan Servernya Tidak Diretas Hacker China

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Selasa, 14 September 2021 |11:24 WIB
BIN Pastikan Servernya Tidak Diretas Hacker China
Ilustrasi (Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan pihaknya tidak mengalami peretasan atau pembobolan oleh hacker dari China. Server institusi tersebut saat ini dalam kondisi aman.

"Hingga saat ini server BIN masih dalam kondisi aman terkendali dan tidak terjadi hack sebagaimana isu yang beredar bahwa server BIN diretas hacker asal China," kata Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, saat dikonfirmasi, Jakarta Selasa (14/9/2021).

Meski begitu, Wawan menyatakant, sejumlah serangan siber yang digencarkan terhadap BIN merupakan hal yang wajar terjadi sebagai institusi negara.

Menurut Wawan, saat ini pihaknya tengah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Wawan menjelaskan, BIN saat ini masih mendalami isu peretasan server di sejumlah kementerian/lembaga pemerintah lain.

"BIN selalu melakukan pengecekan secara berkala terhadap sistem yang berjalan termasuk server untuk memastikan bahwa server tersebut tetap berfungsi sebagaimana mestinya," ujar Wawan.

Wawan meminta masyarakat tak mudah mempercayai informasi yang beredar. Wawan menyinggung agar masyarakat dapat berkaca dari kasus sebelumnya terkait kebocoran data eHAC Kemenkes yang dicapnya sebagai berita bohong alias hoaks.

"Masyarakat diharapkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang berkembang dan tetap melakukan check, recheck, dan crosscheck atas informasi yang ada di masyarakat. Hal ini perlu dilakukan mengingat sebelumnya juga muncul isu hoax kebocoran data eHAC," tutur Wawan.

Baca Juga : Hacker China Diduga Bobol 10 Kementerian dan Lembaga RI

Sebagaimana diketahui, hacker asal China diduga menembus jaringan internal kementerian dan lembaga Republik Indonesia (RI). Tidak main-main, jumlahnya mencapai 10 kementerian dan lembaga, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN). Penyusupan tersebut ditemukan oleh Insikt Group, divisi penelitian ancaman Recorded Future.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement