Kopi Ekstasi Racikan Pasutri di Medan Dijual Online, Kafe dan Tempat Hiburan Malam

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 14 September 2021 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 608 2471280 kopi-ekstasi-racikan-pasutri-di-medan-dijual-online-kafe-dan-tempat-hiburan-malam-u5FrhN9DCi.jpg Polrestabes Medan ungkap kasus pabrik rumahan narkoba (Foto: Wahyudi Aulia Siregar)

MEDAN - Polisi berhasil mengungkap produksi dan peredaran kopi ekstasi hasil produksi pabrik narkoba rumahan di wilayah Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara pada 3 September 2021. Dari pengungkapan itu, pasangan suami istri (pasutri) J (30) dan MC (25), yang melakoni bisnis haram tersebut berhasil ditangkap. 

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, mengatakan kopi ekstasi produksi pasutri tersebut dipasarkan secara online lewat platform belanja online dan marketplace di media sosial. Produk kopi ekstasi itu juga dipasarkan ke cafe-cafe hingga ke tempat hiburan malam di Medan.

"Jadi karena ekstasi saat ini tidak laku di tempat-tempat hiburan malam, akhirnya mereka memproduksi kopi sachet yang dicampur ekstasi. Dijualnya online dan juga ke cafe-cafe hingga tempat hiburan malam," kata Kombes Riko saat memaparkan kasus itu di Mapolrestabebes Medan, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: Jual Sabu di Toko Kosmetik, 3 Remaja di Pasar Kemis Tangerang Diciduk

Riko lebih lanjut mengatakan, dari pengakuan kedua tersangka yang ditangkap, diketahui bahwa bisnis ilegal pabrik narkoba rumah ini baru mereka jalani selama 3 bulan. Namun, pihaknya masih mendalami pengakuan tersebut.

"Ya itu masih sebatas pengakuan mereka. Tapi kita kan tidak bekerja berdasarkan pengakuan. Makanya kita masih dalami lagi pengakuan itu," pungkasnya.

Penyidik, kata Riko juga sedang menelusuri 5 rekening bank milik kedua tersangka yang patut diduga digunakan dalam bisnis itu. Karena kuat dugaan, ada pihak lain yang terlibat dalam bisnis tersebut. Termasuk yang memasok bahan baku narkoba kepada mereka.

"Ada lima rekening yang sedang kita telusuri," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menggerebek salah satu rumah yang dijadikan sebagai pabrik narkoba di kawasan Medan Barat, Kota Medan pada 3 September 2021 lalu. Penggrebekkan itu dilakukan atas informasi dari masyarakat yang menyebut ada kegiatan produksi narkoba di rumah tersebut.

Baca Juga:  Bongkar Pabrik Narkoba Rumahan di Medan, Polisi Tangkap Pasutri

Dari rumah itu, kedua tersangka berikut barang bukti 1 paket narkotika jenis sabu, 214 butir pil ekstasi beragam merek, 4 bungkus sachet kopi campur ekstasi yang belum dijual. Kemudian 1 paket serbuk pil ekstasi dan satu paket serbuk dan ganja yang belum dipaketkan. Lalu, 1.205 butir pil happy five, 168 butir pil alpazholam, 38 botol ketamin, 168 bungkus plastik kecil ketamin dan peralatan untuk memproduksi narkoba.

"Untuk pasangan suami istri ini kami jerat dengan Pasal 112, Pasal 113 dan Pasal 114 pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 juncto Pasal 60 pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau hukuman mati," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini