Tokoh Moderat Taliban Disingkirkan Setelah Baku Tembak di Istana Kepresidenan, Ini Fakta-Faktanya

Syarifudin, Koran SI · Minggu 19 September 2021 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 18 2473536 tokoh-moderat-taliban-disingkirkan-setelah-baku-tembak-di-istana-kepresidenan-ini-fakta-faktanya-zxg3Vjjlh9.jpg Mullah Abdul Ghani Baradar dilaporkan terluka dalam keributan di Istana Kepresidenan Afghanistan. (Foto: Reuters)

Meski Baradar tidak terluka, dia telah meninggalkan ibu kota Kabul dan menuju ke Kandahar, basis Taliban, untuk berbicara dengan Pemimpin Tertinggi Haibatullah Akhundzada yang secara efektif menjadi pemimpin spiritual Taliban.

Susunan kabinet yang dirilis pada 7 September tidak memasukkan siapa pun dari luar Taliban, dengan sekitar 90% tempat dipegang etnis Pashtun dari kelompok Taliban.

Anggota keluarga Haqqani menerima empat posisi, dengan Sirajuddin Haqqani, pemimpin Jaringan Haqqani yang ada dalam daftar paling diburu FBI untuk terorisme, menjadi penjabat menteri dalam negeri.

Baradar ditunjuk sebagai salah satu dari dua wakil perdana menteri Imarah Islam Afghanistan.

Perlu diketahui, kelompok Taliban dan Haqqani bergabung sekira tahun 2016.

Orang-orang mengatakan kepala badan intelijen Pakistan, yang berada di Kabul selama diskusi, lebih mendukung Haqqani dibandingkan Baradar.

Baradar menghabiskan sekitar delapan tahun di penjara Pakistan sebelum pemerintahan Donald Trump memfasilitasi pembebasannya untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai.

Mullah Mohammad Hassan yang kurang dikenal publik justru dipilih sebagai perdana menteri (PM), bukannya Baradar. 

“Hassan memiliki hubungan yang lebih baik dengan Islamabad dan bukan merupakan ancaman bagi faksi Haqqani,” ungkap sejumlah sumber. 

Kantor media militer Pakistan tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait fakta terbaru dari pertikaian di istana tersebut.

Selama sepekan terakhir, anggota Taliban menolak laporan tentang bentrokan di istana.

Baradar muncul di televisi yang dikelola pemerintah pada Kamis untuk menyangkal desas-desus bahwa dia telah terluka atau bahkan terbunuh.

Yang pasti, Baradar tidak hadir pada 12 September untuk menyambut Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini