Angin Kencang Rusak 36 Rumah di Gambiran Banyuwangi, Seorang Korban Alami Luka-luka

Tim Okezone, Okezone · Minggu 19 September 2021 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 519 2473728 angin-kencang-rusak-36-rumah-di-gambiran-banyuwangi-seorang-korban-alami-luka-luka-uqwjdqUhBE.jpg Angin kencang robohkan rumah di Banyuwangi (Foto: BNPB)

JAKARTAAngin kencang yang terjadi di Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengakibatkan kerusakan rumah dan warga setempat luka-luka. Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan turunnya hujan pada hari ini, Minggu (19/9/2021), pukul 03.30 WIB.

"Satu warga mengalami luka ringan di bagian kepala akibat material bangunan. Petugas BPBD setempat merujuk warga Dusun Sumberejo, Desa Wringinagung, ke Puskesmas Jajag," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya.

Angin kencang juga mengakibatkan kerusakan 36 unit rumah warga. Rumah tersebut rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap. Kuatnya angin menyebabkan genteng rumah warga berserakan.

Setelah angin kencang mereda, warga bergotong royong memperbaiki kerusakan rumah warga. Hingga siang tadi, masyarakat masih terus menyelesaikan perbaikan atap yang rusak. Warga terdampak akan mendapatkan bantuan material bangunan dari pihak Kecamatan Gambiran.

Baca juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Warga Kepulauan Talaud, Tak Ada Korban Jiwa

Penyelesaian kerusakan akan dilanjutkan pada esok hari setelah bantuan material bangunan tiba di lokasi. Petugas gabungan mengoperasikan dua dapur umum untuk membantu warga masyarakat yang melakukan gotong royong.

Di samping itu, pohon yang roboh telah dibersihkan petugas yang dibantu oleh masyarakat setempat. Petugas gabungan yang terlibat dalam upaya penanganan darurat berasal dari BPBD kabupaten, TNI, Polri, aparat desa dan kecamatan serta RAPI setempat.

Baca juga: DKI Jakarta Alami Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Malam Ini

"BNPB selalu mengimbau kepada pemerintah daerah, khususnya BPBD, waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang maupun angin puting beliung. Kondisi ini dapat terjadi atau menyertai saat hujan berlangsung," ujarnya.

Selain itu, fenomena cuaca ekstrem tersebut biasa terjadi saat pergantian musim dari musim kemarau ke hujan dan sebaliknya.

Mengantisipasi bahaya dan dampak hidrometeorologi, BPBD dapat menjalin kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi kesiapsiagaan masyarakat.

Menghindari dari bahaya angin kencang, masyarakat diimbau untuk berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan jangan berada di bawah pohon maupun papan baliho. Selain itu, masyarakat dapat bergotong royong untuk memotong ranting-ranting pohon yang ada di sekitar guna mengantisipasi tumbangnya pohon akibat angin kencang maupun beban air saat hujan turun.

Baca juga: BPBD Buru Data Wilayah Terdampak Banjir dan Angin Kencang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini