Varian Delta Plus Menggila di Laos, Ibu Kota Vientiane di Lockdown

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 20 September 2021 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 18 2474121 -1WDpnE9RtA.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Laos telah mengunci ibu kota Vientiane dan melarang perjalanan antara provinsi yang terdampak parah Covid-19. Langkah itu diambil ketika kasus Covid-19 melonjak di negara tersebut melonjak ke rekor tertinggi, dengan virus corona varian Delta Plus ditemukan menyebar di Vientiane.

Negara komunis itu tampaknya telah lolos dari dampak parah pandemi pada 2020 dan pada Maret 2021 hanya melaporkan kurang dari 60 kasus Covid-19. Namun, lonjakan kasus terjadi pada April dan beban kasus Covid-19 di negara itu terus meningkat.

BACA JUGA: Seperti India, Beberapa Negara Tetangga Indonesia Juga Alami Lonjakan Kasus Covid-19 

Pada juma pers Senin (20/9/2021) Dirjen Departemen Pengendalian Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan Rattanaxay Phetsouvanh menyebutkan bahwa 52 kasus impor dan 162 kasus lokal baru tercatat dalam sehari. Angka itu menambah jumlah keseluruhan menjadi 19.399 kasus.

Menurut Phetsouvanh, kasus komunitas di Vientiane terus meningkat dengan ditemukannya varian Delta Plus pada penderita Covid-19. Varian Delta Plus merupakan versi mutan dari varian Delta dan sangat menular.

BACA JUGA: Studi: Pasien Covid Varian Delta Dua Kali Lipat Lebih Berisiko Dirawat Inap

Walikota Vientiane, tempat sebagian besar kasus terdeteksi, pada Minggu (19/9/2021) mengumumkan penguncian (lockdown) selama dua minggu, hingga 30 September. Penduduk diperintahkan untuk tinggal di rumah mereka kecuali mendapatkan makanan atau obat-obatan, atau pergi ke rumah sakit.

Perjalanan antara tujuh provinsi yang terkena dampak parah lainnya dilarang, sementara masuk ke Vientiane membutuhkan karantina selama 14 hari, demikian diwartakan Channel News Asia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini