Brussel Namai Salah Satu Jalannya dengan Nama Pekerja Seks, Ternyata Ini Alasannya

Agregasi BBC Indonesia, · Selasa 21 September 2021 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 18 2474465 brussels-namai-salah-satu-jalannya-dengan-nama-pekerja-seks-ternyata-ini-alasannya-RBHP6LNdRd.jpg Foto: Kevin Van Den Panhuyzen/Bruzz.

BRUSSEL - Pihak berwenang kota Brussel, Belgia mengatakan akan memberikan nama sebuah jalan baru, dari nama seorang pekerja seks Nigeria yang dibunuh. Kebijakan ini menjadi bagian dari kampanye yang luas untuk mengakui keberadaan perempuan di Belgia.

Dewan kota mengatakan jalanan ini akan diukir dengan nama Eunice Osayande, yang ditikam sampai meninggal oleh salah seorang pelanggannya pada Juni 2018.

BACA JUGA: Paul Rusesabagina, Pahlawan 'Hotel Rwanda' Divonis 25 Tahun Penjara Atas Tuduhan Terorisme

Eunice Osayande awalnya tertarik dengan iming-iming akan pekerjaan dan masa depan yang cerah di Eropa. Perempuan asal Nigeria ini kemudian tiba di ibu kota Belgia, Brussels pada 2016.

Saat itu, dia percaya, para lelaki yang mengajaknya ke sana, merupakan agen yang bisa membuatnya menjadi bintang film. Tapi kenyataannya, mereka tak lain merupakan sindikat perdagangan manusia.

BACA JUGA: 2 Wanita Ini Disahkan Sebagai Kembar Identik Tertua di Dunia Guinness World Records

Begitu tiba di Brussel, dia langsung dijerumuskan ke dunia prostitusi. Osayande diberi tahu geng penyelundup punya utang sebesar USD52,000 (Rp770 juta). Utang ini akumulasi biaya transit, mucikari dan sewa tempat.

Beberapa pekan sebelum meninggal, dia menghubungi lembaga pemerhati pekerja seks, dan menceritakan kalau dirinya mengalami kekerasan dan intimidasi selama bekerja. Saat itu, ia takut untuk pergi ke kantor polisi karena statusnya adalah buruh migran tak berdokumen.

Pada Juni 2018, saat usianya memasuki 23 tahun, Osayande ditikam sebanyak 17 kali oleh seorang pelanggan di distrik Gare du Nord.

Peristiwa ini mendorong unjuk rasa yang dilakukan komunitas pekerja seks migran di Brussel.

Baru di Belgia

Para pengunjuk rasa meminta kondisi kerja yang lebih baik, dan menyerukan pihak berwenang untuk membuat pedoman hukum yang jelas terhadap sektor pekerjaan ini.

Prostitusi bukanlah pekerjaan ilegal di Belgia, tapi tak diatur dalam peraturan nasional.

Direktur serikat pekerja seks UTSOPI, di Brussel, Maxime Maes adalah pihak yang mengorganisir unjuk rasa ini.

"Kematian Eunice sangat menyedihkan, khususnya bagi buruh migran ilegal di lingkungan tempatnya bekerja," katanya kepada BBC.

"Di lingkungan ini, kekerasan meningkat, dan sebagian besar perempuan yang paling terpinggirkan menjadi incaran."

Pria berusia 17 tahun telah ditahan terkait dengan pembunuhan Osayande, dan saat ini masih menunggu proses pengadilan.

Empat anggota dari jaringan perdagangan orang juga telah ditangkap, dan pada Januari lalu mereka mendapat hukuman penjara lebih dari empat tahun.

Dengan menamai jalan baru "Osayande", pihak berwenang kota Brussels ingin menunjukkan kepada semua lapisan masyarakat tentang persoalan "perempuan yang terlupakan, yang menjadi korban perdagangan manusia, kekerasan seksual dan pembunuhan".

Penamaan jalan baru dari seorang nama pekerja seks ini merupakan pertama kalinya ada di negara ini, menurut lembaga penyiaran RTBF di Belgia.

Jalan baru yang ada di utara kota Brussel ini, menjadi satu bagian dari inisiatif dewan kota untuk menamai jalan-jalan dengan nama perempuan.

Dewan sebelumnya telah memberikan nama jalan dengan nama-nama perempuan terkenal termasuk pejuang perempuan di masa Perang Dunia II Yvonne Nèvejean dan Andrée De Jongh. Juga penamaan jembatan Suzan Daniel, seorang aktivis LGBT Belgia.

Tapi anggota dewan kota Brussel, Ans Persoons mengatakan:"Feminisme bagi kami bukan melulu tentang perempuan yang unggul.

"Feminisme inklusif adalah tentang hak-hak perempuan dan perjuangan di setiap lapisan sosial."

Persoons mengatakan, 42% perempuan di Belgia yang berusia 16 - 69 tahun punya pengalaman kekerasan fisik.

"Persentase ini jauh lebih tinggi di kalangan pekerja seks. Dan, oleh sebab itu kenapa Eunice Osayande layak dijadikan nama jalan."

Jalan yang masih dalam pembangunan, secara resmi akan dibuka beberapa bulan ke depan.

Dewan kota mengatakan pekerja seks dan komunitas buruh migran akan diundang untuk berpidato pada peresmian tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini