"Kesalahan ini dapat merenggut nyawa penerjemah, terutama bagi mereka yang masih berada di Afghanistan," kata mereka kepada BBC.
"Beberapa penerjemah tidak menyadari kesalahan yang ada dari kejadian ini dan mereka sudah membalas semua email dan menjelaskan situasi mereka yang sangat berbahaya. Email tersebut berisi gambar profil dan detail kontak mereka,” lanjutnya.
Kementerian Pertahanan kemudian mengirim email lain 30 menit kemudian dengan judul "Penting - kontak kasus Arap" meminta penerima untuk menghapus email sebelumnya dan memperingatkan "alamat email Anda mungkin telah disusupi".
Dengan adanya kejadian ini, penerjemah direkomendasikan untuk mengubah alamat email mereka.
Menteri Pertahanan Bayangan Buruh, John Healey mengatakan pembobolan data "secara sia-sia membahayakan nyawa" dan meminta pemerintah untuk segera meningkatkan upaya membawa penerjemah ke Inggris.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.