Share

5 Fakta Nur Sajat Transgender Mejeng di Masjidil Haram, Diburu Polisi Malaysia

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Kamis 23 September 2021 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 18 2475214 5-fakta-nur-sajat-transgender-mejeng-di-masjidil-haram-diburu-polisi-malaysia-f8wstF8cJ8.jpeg Nur Sajat. (Foto: Bangkok Post)

KUALA LUMPUR - Kasus viralnya Nur Sajat, transgender asal Malaysia yang diduga melakukan penistaan agama dengan berpose di Masjidil Haram pada tahun 2018, mulai menemukan titik terang.

Berikut ini adalah fakta-fakta terbaru terkait kasus ini, sebagai berikut:

1. Sempat Ditangkap di Thailand

Nur Sajat, pria transgender yang diburu pasukan Malaysia terkait kasus penistaan agama Islam karena berpose di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, sebagai jamaah wanita, telah ditangkap otoritas Imigrasi Thailand di Bangkok.

Surat kabar Harian Metro melaporkan bahwa Nur Sajat ditahan pada 8 September setelah pihak berwenang Thailand menerima informasi tentang keberadaannya dari pihak berwenang Malaysia.

Mengutip seorang sumber, laporan itu mengatakan Nur Sajat telah ditahan bersama dengan seorang transgender Thailand di sebuah kondominium mewah di Bangkok oleh pihak imigrasi.

Baca juga: Polisi Thailand Bungkam Soal Pengusaha Transgender Nur Sajat yang Dilaporkan Cari Suaka Politik

Sempat ditahan pihak imigrasi karena memiliki paspor yang tidak valid. Keesokan harinya, dia didakwa di pengadilan Thailand dan didenda atas pelanggaran tersebut. 

Namun, pengusaha kosmetik bernama asli Muhammad Sajjad Kamaruz Zaman itu dibebaskan dengan uang jaminan. 

2. Malaysia Minta Thailand Ekstradisi 

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Bukit Aman Comm Datuk Seri Abd Jalil Hassan mengatakan (permohonan ekstradisi) juga melibatkan berbagai lembaga lain di Malaysia, termasuk Kamar Jaksa Agung (AGC).

Jalil mengatakan seluruh proses aplikasi akan memakan waktu karena melibatkan banyak lembaga di sini.

"Kami tidak bisa memastikan kapan Nur Sajat bisa dibawa pulang. Saat kami mengajukan (untuk perintah ekstradisi), pihak berwenang Thailand juga harus menyetujuinya," terangnya.

"Upaya sedang dilakukan untuk membawa dia pulang,” lanjutnya.

"Nur Sajat dicari oleh otoritas Malaysia berdasarkan Pasal 186 KUHP karena menghalangi pegawai negeri menjalankan tugasnya dan Pasal 353 KUHP dengan menggunakan kekuatan kriminal untuk menghalangi pegawai negeri menjalankan tugasnya," katanya. 

3. Diduga Melakukan Penistaan Agama

Nur Sajat diketahui telah membuat kehebohan setelah dirinya berpose di depan kakbah dengan mengenakan pakain muslim perempuan. Hal itu dianggap telah menghina Islam.

Pengadilan Tinggi Syariah Malaysia menyatakan Sajat telah menghina Islam karena berdandan sebagai muslimah di acara keagamaan di pusat kecantikannya pada 2018. Namun Sajat mengaku tidak bersalah atas tindakannya itu.

Tuduhan terhadap Sajat berdasarkan Pasal 10 (a) Undang-Undang Kejahatan Syariah (Negara Bagian Selangor) 1995. Jika terbukti bersalah dia akan dihukum penjara maksimal 3 tahun atau denda tak lebih dari 5.000 ringgit Malaysia atau keduanya.

4. Perintah Penangkapan 

Terkait kasus penistaan agama, semestinya sidang kembali digelar. Namun Sajat mangkir. Pengadilan Tinggi Syariah di Malaysia telah mengeluarkan surat perintah penangkapan yang ditindaklanjuti otoritas agama negara bagian Selangor dengan mengerahkan lebih dari 100 petugas untuk memburunya. 

Dia hendak ditangkap karena tidak hadir dalam persidangan pada 23 Februari 2021. Menurut sebuah sumber yang dikutip Bernama, surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh Hakim Syarie Mohammad Khalid Shaee. 

"Dia (Muhammad Sajjad) tidak menghadiri pengadilan hari ini dan hakim mengeluarkan surat perintah penangkapan," kata sumber itu.

5. Mengaku Sempat Diancam

Beberapa waktu lalu, Nur Sajat mengaku menerima ancaman pembunuhan mengerikan. Ancaman pembunuhan itu datang setelah videonya beredar di media sosial.

Dalam video itu dia menyatakan ingin keluar dari Islam karena tak tahan dengan perlakuan orang-orang terhadapnya. Dalam pandangannya publik dan otoritas agama telah membuatnya tertekan.

“Saya akan tinggalkan Islam, akan lebih baik seperti ini. (Orang yang antitransgender) membuat saya ingin keluar dari agama. Karena kami tidak melakukan kesalahan apa pun, tetapi orang-orang dengan kasar menyalahkan kami karena berbuat jahat," bunyi rekaman video itu dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (20/3/2021). 

Video viral di Facebook itu seketika diberondong dengan komentar. Di bawah unggahan itu, warganet menanggapi dengan serangkaian ancaman. Muncul komentar mengerikan antara lain, “Saya ingin melempari dia dengan batu sekarang." Ada pula komentar sadis, "Darahnya halal (dibunuh)".

Aktivis Hak Asasi Manusia dan komunitas LGBT menyebut ancaman pembunuhan terhadap Sajat sangat "memprihatinkan". Apalagi telah terjadi kekerasan dan pembunuhan terhadap komunitas transgender di Malaysia setiap tahun selama dekade terakhir.

Numan Afifi, petugas komunikasi dari Asosiasi LGBT Internasional Asia, mengatakan kebencian yang ditujukan pada Sajat merupaan hasil dari liputan media negatif selama bertahun-tahun dan pidato kebencian oleh tokoh politik dan agama terhadap komunitas LGBT Malaysia. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini