Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah 2 Saudara Perempuan Yahudi yang Bertemu Petani Polandia yang Selamatkan Nyawa Mereka

Vanessa Nathania , Jurnalis-Kamis, 23 September 2021 |13:00 WIB
Kisah 2 Saudara Perempuan Yahudi yang Bertemu Petani Polandia yang Selamatkan Nyawa Mereka
2 saudara Yahudi (Foto: CNN)
A
A
A

Prosesnya rumit tetapi jika berhasil, penghargaan resmi akan membuatnya berada di antara orang-orang non-Yahudi lain yang mempertaruhkan banyak hal untuk menyelamatkan orang Yahudi selama perang -- di antaranya Oskar Schindler, Raoul Wallenberg dan Miep Gies, yang membantu menyembunyikan Anne Frank.

Waktu penemuan itu semakin mengharukan karena kedua keluarga itu berduka selama setahun terakhir.

Nenek Norman meninggal beberapa tahun yang lalu, bibi buyutnya, Fela, baru meninggal pada bulan Desember, dalam usia 103 tahun.

Dan kakek Jurzyk, Stanislaw, meninggal pada Maret setelah menderita demensia. Namun, dia hidup cukup lama untuk mendengar berita itu.

"Kakek saya tampaknya menjadi sangat emosional," kata Jurzyk kepada CNN, ketika dia mengetahui dari putranya, ayah Jurzyk, bahwa hubungan dengan keluarga saudara perempuan telah terjalin.

"Di suatu tempat jauh di lubuk hatinya dia tahu mereka aman,” lanjutnya.

Meskipun dia menyesal tidak bertindak lebih cepat, Jurzyk mengatakan berhubungan dengan Norman telah meringankan kehilangan kematian kakeknya.

"Saya merasa nenek moyang kita memiliki hubungan yang sangat besar dan hampir seolah-olah saya telah menjadi bagian darinya juga,” ujarnya.

"Saya bukan orang yang sangat religius tetapi entah bagaimana saya merasakan energi mereka bersama saya dan itu menenangkan -- sepertinya dia mengatakan ... 'kamu melakukan pekerjaan dengan baik,” terangnya.

Ketika MyHeritage mendengar cerita itu, mereka meminta agar surat itu diterjemahkan secara profesional.

Isi surat itu ditujukan kepada Stanislaw Senior, tertanggal 10 Februari 1948 dan dikirim dari kamp pengungsi di Bamberg, bagian wilayah Jerman yang dikuasai AS.

"Lama waktu berlalu sejak hari di mana kami mengucapkan selamat tinggal kepada Anda. Tetapi, kami belum mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Anda atas semua kebaikan yang Anda lakukan untuk kami kala itu. Kami tidak akan pernah melupakan tindakan mulia Anda untuk menyelamatkan kami. Sebuah kehidupan,” tulis surat itu.

Para wanita menggambarkan kakek buyut Jurzyk sebagai "seseorang yang telah melakukan tindakan terbaik dan mulia untuk menyelamatkan hidup manusia" dan mengungkapkan rasa "terima kasih yang paling dalam."

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement