Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Sedih Para Migran yang Harus Berjalan Kaki Lewati 11 Negara

Vanessa Nathania , Jurnalis-Jum'at, 24 September 2021 |17:27 WIB
Cerita Sedih Para Migran yang Harus Berjalan Kaki Lewati 11 Negara
Kisah sedih para migran yang lewati 11 negara dengan berjalan kaki (Foto: BBC)
A
A
A

Dia juga menjelaskan apa yang dia miliki dirampok oleh "bandit", kemungkinan besar anggota geng narkoba dan penyelundup manusia yang beroperasi di wilayah tersebut. Dia mengatakan beberapa wanita diperkosa, meskipun istrinya berhasil bersembunyi dengan anaknya ketika geng itu muncul.

Kelompok hak migran memperkirakan bahwa di Meksiko saja sebanyak 80% migran telah menjadi korban, diperas atau dianiaya dalam perjalanan mereka, banyak diantaranya dilakukan oleh oknum polisi dan otoritas imigrasi.

Tidak sampai di situ saja, di sepanjang jalan Janvier menerima kabar buruk dari rumah. Ketika gempa berkekuatan 7,2 melanda Haiti pada Agustus lalu, kota yang terkena dampak terburuk adalah Les Cayes - kampung halamannya.

Ibunya termasuk di antara 2.200 orang yang tewas dalam gempa tersebut, terperangkap di bawah reruntuhan rumah keluarganya. Ayahnya kehilangan satu kaki. Saat menecritakan hal ini, dia mulai menahan air mata.

"Saya harus terus berjalan. Ayah saya tidak punya siapa-siapa sekarang, satu-satunya orang yang bisa mengiriminya uang adalah saudara laki-laki saya [di AS]," katanya.

"Dan aku juga perlu membantu,” lanjutnya.

Jadi, ketakutan terbesar bagi Janvier, dan orang Haiti lainnya, bukanlah kematian di padang pasir tetapi deportasi.

Haiti berada pada titik terendah dalam beberapa tahun ini. Presiden dibunuh pada Juli lalu, kekerasan geng meningkat, dan negara ini bergulat dengan kehancuran ekonomi dan dampak perubahan iklim.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement