Polda Jateng Tepis Isu Penangkapan CPMI

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 24 September 2021 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 512 2476235 polda-jateng-tepis-isu-penangkapan-cpmi-15yHLFpS1z.jpg Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfi (Foto: Okezone)

CILACAP - Polda Jateng tepis isu penangkapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan membentangkan poster menyampaikan aspirasi saat kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau vaksinasi di SMAN 2 Kabupaten Cilacap.

Polisi justru memfasilitasi para CPMI dengan mengundang Disnakertrans Kabupaten Cilacap untuk menyampaikan aspirasinya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabid Humas, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan sekira pukul pukul 11.35 sampai dengan 12.19 di sepanjang jalan Ketapang menuju ke SMA N 5 Cilacap tim pengamanan mendeteksi rencana pembentangan poster oleh CPMI sepanjang jalan Ketapang menuju ke SMA N 5 jelang kunjungan kerja Presiden Jokowi pada Kamis (23/9/2021).

(Baca juga: Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu di Sejumlah Tempat, 5 Pengedar Ditangkap)

Namun tim pengamanan tertutup berkordinasi dengan Disnakertran Kabupaten Cilacap untuk memfasilitasi para calon tenaga kerja Korea dan Taiwan agar tercapai solusi dan menentukan jalan yang terbaik.

"Hal ini bertujuan agar aksi massa susulan dapat di antisipasi, karena jumlahnya ribuan CPMI ," ujar Kombes Iqbal melalui keterangan pers tertulis, Jumat (24/9/2021).

(Baca juga: Operasi Patuh, Kapolda Jateng Jamin Tak Ada Tilang Lalu Lintas)

Menurut Kombes Iqbal, saat itu ada ratusan CPMI Korea yang datang di lokasi Jl. Ketapang .

Mereka membawa berbagai macam poster yang bertuliskan "Pak Jokowi tolong buka GTOG Korea", "Tolong kami pak Jokowi CPMI mangkrak 2 tahun, "Kami pahlawan devisa #Save CPMI GTOG Korea Selatan", dan Pak Jokowi tolong kami CPMI GTOG Korea Selatan yang mangkrak penempatan hampir 2 tahun".

"Kami memanggil dan mengajak diskusi perwakilan CPMI sebanyak enam orang berniat menyampaikan aspirasi dengan membentangkan poster kepada Presiden terkait BP2MI menghentikan Pengiriman Tenaga kerja Indonesia ke Korea saat pandemi Covid 19," jelas Kombes Iqbal.

Kombes Iqbal menjelaskan 6 orang tersebut dilakukan pendekatan dan penjelasan oleh Dir Intelkam Polda Jateng, Kombes Pol Djati W Abadhy bahwa kebijakan ini diambil karena pemerintah saat ini lebih mengutamakan keselamatan masyarakat agar tidak menjadi korban penularan Covid di Negara Korea.

Akhirnya enam orang itu menerima dan memahami keterangan yang disampaikan Kombes Djati.

"Selanjutnya permasalahan akan di sampaikan kepada Pemerintah daerah setempat untuk tetap memperhatikan nasib CPMI," terang Kombes Iqbal.

"Alhamdulillah mereka menerima dan berterima kasih karena aspirasi mereka tersalurkan dan semua kegiatan berjalan lancar, dilanjutkan Foto bersama kok ," tandas Kombes Iqbal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini