Sidang Majelis Umum PBB, Menlu Retno Minta Indonesia Dikeluarkan dari Redlist Destinasi

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 25 September 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 18 2476645 sidang-majelis-umum-pbb-menlu-retno-minta-indonesia-dikeluarkan-dari-redlist-destinasi-RPlKkOzqnb.jpg Menlu Retno Marsudi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi meminta negara-negara di dunia untuk mengeluarkan Indonesia dari redlist destinasi warga negara mereka.

Hal tersebut disampaikan Retno dalam High Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York, pada 24 September 2021 lalu.

"Saya sampaikan positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2%, di bawah standar WHO sebesar 5%, di mana sebelumnya sempat mencapai titik 31%," jelasnya.

"Secara khusus, terhadap beberapa negara yang masih menerapkan redlist, saya minta agar situasi di Indonesia saat ini dapat dipertimbangkan untuk mengubah status redlist tersebut. Satu contoh, Perancis sudah mengeluarkan Indonesia dari redlist," jelasnya.

Baca Juga: Menlu RI Tegaskan Politik Luar Negeri Indonesia Tak Mengajarkan Permusuhan

Selain itu, jelas Retno, pada sidang tersebut, negara-negara di dunia menunjukan keprihatinan terhadap ketimpangan, diskriminasi dan politisasi vaksin Covid-19.

"Kita sepakat untuk mempersempit ketimpangan vaksin dan menghentikan diskriminasi serta politisasi vaksin," jelasnya.

Kemudian, Menlu Retno juga melakukan perbincangan dengan US Under Secretary for Political Affairs, Ambassador Victoria Nulan. Dalam pertemuan tersebut, AS kembali menyampaikan keputusan untuk memberikan tambahan vaksin kepada Indonesia melalui Covax Facility sebesar kurang lebih 800.000 dosis.

"Jadi sekali lagi, ada komitmen baru menambah vaksin 800.000 dosis melalui Covax Facility dan dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia. Sementara sebelumnya Indonesia sudah menerima dari Amerika 12.665.060 dosis vaksin," jelasnya.

"Dalam pertemuan tentunya saya sampaikan apresiasi terima kasih kepada Amerika atas dukungan tersebut. Dan di dalam berbagai kesempatan saya juga menyampaikan apresiasi kita atas dukungan dose-sharing dari Belanda, Jepang, dan Prancis," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini