Suliadi meminta Jokowi untuk berada di mobil memegang kemudi, dan dirinya yang mendorong mobil. Namun, Jokowi malah menjawab, "enggak, Pak Suli yang di dalam sama ibu, saya yang mendorong," begitu katanya.
Semasa dirinya bekerja Jokowi, Suliadi mengaku tidak pernah dimarahi. Ia pun senang, Jokowi bisa menjadi Presiden. "Saya senang bapak menjadi presiden. Saya pokoknya senang lah, bapak tidak macam-macam, bapak tidak berubah ke saya," tuturnya.
Di matanya, Jokowi adalah sosok yang penting. Sebab, tanpa Jokowi ia merasa tidak akan berada di titik ini. Ia pun berpesan kepada Jokowi untuk terus menjaga kesehatannya dan menyelipkan doa.
"Bapak jokowi, kesehatannya dijaga, bapak sama makannya jangan sampai lupa. Semoga panjang umur," katanya.
Sementara Widodo Prasetyo, paman Jokowi, mengungkapkan saat Jokowi harus tinggal di rumah Tirtoyoso, karena rumah yang di Gilingan, yang di pinggir kali kena gusur.
"Sehingga mau tidak mau harus cari rumah, ya alhamdulillah dapatnya itu di Tirtoyoso itu. Kalau isi rumahnya setahu saya hanya ada kulkas sama meja makan satu saja," katanya.
"Televisi hitam putih, kecil, 24 inch, itu. Sewaktu bersama keluarga di Tirtoyoso itu di antaranya Pak Joko kuliah juga disitu, lulus masih di situ. Dapat istri mbak Ana itu juga di situ," imbuhnya.
Menurutnya, banyak kenangan yang ditinggalkan Jokowi di rumah tersebut. Kini, rumah tersebut dihuni Suliadi, lantaran Jokowi harus pindah ke Jakarta.
"Nah, berkembangnya waktu karena Pak Joko nya jadi wali kota terus pindah ke Jakarta. Pak Suli waktu itu ngontrak enggak tau di mana, akhirnya dikasih tempat yang layak, bisa berkmpul dengan keluarganya di rumah Pak Joko, itu sangat mulia sekali," pungkasnya.
(Arief Setyadi )