Ini Hasil Autopsi Korban Tewas Bentrokan 2 Ormas di Sukabumi

Dharmawan Hadi, iNews · Senin 27 September 2021 20:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 525 2477754 ini-hasil-autopsi-korban-tewas-bentrokan-2-ormas-di-sukabumi-VHVUoBFKAw.jpg Dokter Forensik RSUD R Syamsuddin SH dr Nurul Aida Fathia (Foto: Dharmawan Hadi)

SUKABUMI - Jenazah korban bentrokan dua ormas yang terjadi di perbatasan Sukabumi-Cianjur pada Minggu 26 September 2021 kemarin, mulai diautopsi pada Senin (27/9/2021) pukul 09.00 WIB hingga selesai pada pukul 13.49 WIB. 

Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathia menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi, luka yang dialami korban itu berada di bagian kepala, wajah, dan punggung.

"Tetapi ada beberapa juga luka yang lain. Seperti luka kecil yang berada di alat berat. Sementara, untuk jenis lukanya ada luka terbuka dan ada luka memar serta ada juga luka lecet yang diakibatkan oleh benda tumpul," kata dr Aida.

Baca Juga: 2 Ormas Bentrok di Sukabumi, Polisi: Biar Kami yang Menuntaskan Kasus Ini

Apabila dilihat dari beberapa luka terbuka maupun luka memar yang terdapat pada tubuh korban, hal tersebut akibat benda kekerasan senjata tajam dan kekerasan benda tumpul. Namun, hasil autopsi yang signifikan hingga korban meninggal dunia, itu karena akibat luka terbuka di bagian kepala.

"Tetapi luka-luka terbuka yang lainnya juga telah berkontribusi menyebabkan kematian," imbuhnya.

Ketika disinggung mengenai luka akibat benturan saat korban ditabrak menggunakan kendaraan roda empat. Dirinya menjawab, dirinya tidak bisa menjelaskan secara rinci. Pasalnya, hal tersebut merupakan bagian dari pada proses dan dokter forensik tidak bisa menentukan proses tersebut.

"Namun yang pasti kita menemukan luka selain kekerasan senjata tajam. Seperti luka lecet, luka memar itu akibat kekerasan benda tumpul. Semua sama-sama banyak baik itu luka terbuka mupun luka benda tumpul," pungkasnya.

Baca Juga: Korban Tewas Bentrokan 2 Ormas di Sukabumi Sempat Dibawa ke RS

Pihak keluarga yang hadir pada proses autopsi tersebut sepakat mengatakan ingin keadilan ditegakkan seadil-adilnya, agar kejadian ini tidak terulang lagi. "Jika tidak adil maka kejadian ini akan terus berulang lagi," ujar H Hermansyah, kerabat korban.

"Keluarga saya menjadi korban, dan meninggal dunia. Ini harus dihukum seberat-beratnya. Kita percayakan ini kepada hukum, karena negara kita negara hukum, namun harus seadil-adilnya," ujar H Hermansyah.

Sementara itu, HM Toriq Sofiani yang juga merupakan kerabat korban mengatakan bahwa polisi harus membeberkan kronologi kejadian dari awal sampai akhir, jangan sampai sepotong-sepotong. Dirinya sangat menyayangkan soal pemberitaan yang tidak menjelaskan kejadian yang sebenarnya hingga korban meninggal dunia akibat bentrokan ke dua ormas tersebut.

"Jadi, setelah ditabrak, sepupu saya ini langsung dibacok-bacok bagian kepalanya, itu yang menjadi permasalahan. Sepengetahuan saya itu yang nabraknya menggunakan mobil Nissan Terano hitam. Jadi ditabrak dulu, setelah itu di bacok-bacok badannya," ujar Toriq kepada wartawan.

Apabila berbicara persoalan, dirinya menjelaskan bahwa memang sebelumnya telah terjadi bentrokan di sekitaran supermarket Sukalarang. Karena, ada pemuda yang mabuk-mabuk antara pemuda. Namun, persoalanya sudah ditengahi dan sudah selesai serta damai.

"Nah besoknya lagi, datang lagi ada yang mencari sepupu saya itu dan terjadi bentrok dengan anak-anak ormas tersebut," imbuhnya.

Menurutnya, rencananya almarhum tersebut telah mendatangi ormas tersebut dengan maksud dan tujuan untuk melerai persolaan tersebut. Karena waktu perdamaian, almarhum itu berada di lokasi.

"Jadi dia kesana karena ada yang mencari. Iya, maksudnya mau mendamaikan itu. Kan kemarin sudah diselesaikan. Namun, ternyata malah dihantam atau ditabrak dari belakang hingga di bacok-bacok," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini