Presiden Prancis Dilempar Telur

Susi Susanti, Okezone · Selasa 28 September 2021 06:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 18 2477842 presiden-prancis-dilempar-telur-9W4ItCKeWT.jpg Presiden Prancis Emmanuel Macron dilempar telur (Foto: Twitter)

LYON - Presiden Prancis Emmanuel Macron terkena lemparan telur saat menghadiri acara makan di Lyon, pada Senin (27/9).

“Telur itu memantul dari bahu Macron dan pecah di lantai tepat di depan saya," terang Florence Lago, seorang jurnalis untuk publikasi Prancis Lyon Mag, mengatakan kepada CNN.

Lyon Mag membagikan video insiden di pameran makanan dan perhotelan SIRHA di akun Twitter-nya. Klip itu menunjukkan telur memantul dari bahu Macron sebelum kamera menyorot ke pejabat yang menahan seorang pria di antara kerumunan.

Motivasi di balik insiden itu masih belum jelas. Lago mengatakan dia melihat seorang pria muda melempar telur tetapi dia tidak mendengarnya meneriakkan apa pun. Dia mengatakan petugas keamanan segera mengawal pria itu dari tempat itu.

(Baca juga: Gedung Putih: Percakapan Telepon Biden-Macron 'Bersahabat')

Seorang juru bicara Istana Elysée, yang bersama Macron pada saat itu, mengatakan kepada CNN bahwa insiden itu dibesar-besarkan.

"Presiden berjalan-jalan selama dua jam, dia disambut dengan hangat dan semuanya tenang. Tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu karena itu tidak mengganggu jalannya," kata juru bicara itu.

"Saya di sebelah Presiden, saya dapat memberitahu Anda tidak ada cerita apapun,” lanjutnya.

Macron sebelumnya menjadi sasaran lemparan telur pada 2017, ketika dia menjadi calon presiden. Telur pecah di kepalanya dalam insiden itu.

(Baca juga: Macron Tarik Dubes di AS dan Australia Terkait Konflik Kemitraan Keamanan)

Pada Juni tahun ini, dia ditampar wajahnya oleh seorang pria di tengah kerumunan saat dia berbicara kepada publik selama kunjungan ke Prancis tenggara. Pihak keamanan Macron dengan cepat turun tangan, menangani pria itu sambil menarik Presiden menjauh dari penghalang kerumunan.

Menyusul pemilihan presiden Prancis kurang dari setahun lagi, Macron melakukan serangan pesona dengan para pemilih. Pada Juni lalu, partainya tampil buruk dalam pemilihan daerah, yang diawasi ketat menjelang pemilihan presiden April mendatang. Namun, mengingat tingkat partisipasi pemilih yang rendah, para pakar politik mengatakan sulit untuk menarik kesimpulan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini