Perkelahian Pecah di Pemakaman, Peti Mati Dijatuhkan ke Tanah

Vanessa Nathania, Okezone · Selasa 28 September 2021 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 18 2477926 perkelahian-pecah-di-pemakaman-peti-mati-dijatuhkan-ke-tanah-x3H4jyZosm.jpg Pertengkaran pecah di pemakaman (Foto: Daily Star)

Anggota Dewan, Galway Donagh Killilea menambahkan bahwa keluarga membawa peti mati ke kuburan sebelum meninggalkan peti mati. Mereka berkilah tidak terlibat dalam pertengkaran itu.

Dia menggambarkan bagaimana keluarga Teresa Ward terpaksa mundur dan bahkan membela diri dari apa yang terjadi.

Killilea mengatakan itu "sangat menyedihkan bagi keluarga yang sangat disukai dan dinilai baik oleh masyarakat.”

Yang lain menggambarkan Teresa Ward sebagai orang yang baik seperti “garam di dunia” sambil menekankan bahwa dia pantas mendapatkan perpisahan yang damai untuk semua yang telah dia lakukan untuk masyarakat.

Saksi mata penguburan mengkonfirmasi bahwa serangan pemakaman berlangsung sekitar 20 menit.

Mereka mengatakan bagaimana Pendeta Pat Farragher mencoba dengan sia-sia untuk menenangkan keadaan, tetapi suasananya terlalu kacau.

"Anda bisa melihatnya melambaikan tangannya meminta ketenangan tetapi Paus sendiri tidak akan menenangkan ini,” terangnya.

Saksi mata lain mengatakan ada "wabah masalah sporadis" dan dalam beberapa detik adegan itu menjadi kacau. Wanita berteriak dan anak-anak menangis.

"Saya melihat seorang anak melarikan diri dengan jaketnya yang robek karena pisau,” ujarnya.

"Sangat menyedihkan melihat anak-anak melarikan diri sambil membawa mawar untuk nenek mereka, mereka bahkan tidak pernah meletakkannya,” lanjutnya.

Warga Gilmartin Road, tempat serangan lanjutan terjadi paska pemakaman untuk Nyonya Ward, merasa kecewa dengan kejadian itu.

Seorang penduduk mengatakan "mengecewakan" bahwa Tuam akan menjadi berita internasional untuk hal negative ini daripada hal-hal positif dari kota tersebut.

Pemakaman Tuam lebih sibuk dari biasanya pada Kamis (23/9) pagi dengan dua penduduk setempat mengatakan bahwa mereka telah menelepon untuk memeriksa kuburan keluarga mereka sendiri untuk memastikan mereka tidak dinodai di tengah kehancuran.

Pemakaman di Athenry Road terjadi pada Kamis (23/9) pagi hanya beberapa jam setelah adegan kekerasan itu.

Usai keributan itu, keluarga dan teman almarhum membantu merapikan kuburan untuk menghormati mendiang Nyonya Ward.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini