Dituduh Jadi Mata-Mata Asing, Bos Perusahaan Keamanan Ditangkap dengan Dakwaan Pengkhianatan Tingkat Tinggi

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 30 September 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 18 2479454 dituduh-jadi-mata-mata-asing-bos-perusahaan-keamanan-ditangkap-dengan-dakwaan-pengkhianatan-tingkat-tinggi-NCbpyJLQn6.jpg Bos perusahaan keamanan Rusia dituduh menjadi mata-mata asing (Foto: Reuters)

RUSIA - Pendiri dan CEO perusahaan keamanan digital Group-IB Rusia telah ditahan oleh pihak berwenang dan didakwa dengan pengkhianatan tingkat tinggi. Ia dilaporkan karena memberikan informasi rahasia kepada mata-mata asing dalam situasi yang rahasia.

Pada hari Rabu (29/09), pengadilan Moskow memerintahkan agar Ilya Sachkov dapat ditahan selama dua bulan saat jaksa mempersiapkan kasus terkait dirinya. Rincian terkait penangkapan pengusaha berusia 35 tahun itu dirahasiakan, dengan pengadilan hanya mengatakan bahwa dia ditahan atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.

Namun, sumber keamanan anonim mengatakan kepada TASS bahwa Sachkov dicurigai memberikan informasi rahasia ke badan intelijen asing. Namun kepala perusahaan teknologi telah membantah semua tuduhan tersebut.

Group-IB adalah perusahaan rintisan keamanan siber yang diluncurkan oleh Sachkov pada 2003, ketika dia baru berusia 17 tahun. Melalui perusahaan yang ia bangun, ia berhasil masuk ke dalam daftar pengusaha teknologi tinggi '30 di bawah 30' majalah Forbes pada 2016. Perusahaan ini menyediakan solusi keamanan siber dan perlindungan hak cipta di seluruh dunia, dan diketahui telah mengamankan beberapa kontrak dengan negara Rusia.

 (Baca juga: Pria Inggris Dituduh Mata-Mata Rusia Ditangkap di Jerman)

Perusahaan itu mengakui penangkapan pendirinya, Sachkov dan membenarkan bahwa penegak hukum menggerebek kantornya di Moskow sehari sebelumnya. Group-IB dalam sebuah pernyataan mengatakan kepemimpinan perusahaan untuk sementara dialihkan ke salah satu pendiri lainnya, Dmitry Volkov.

“Semua karyawan yakin dengan kepolosan bos mereka dan reputasi bisnis yang jujur,” tambah perusahaan itu.

 (Baca juga: Dituduh Mata-Matai Presiden Prancis, Maroko Akan Lakukan Penyelidikan)

Seorang eksekutif Grup-IB sebelumnya terlibat oleh penyelidik Amerika Serikat (AS) dalam rencana yang diduga untuk menjual database nama pengguna dan kata sandi yang diretas pada 2012. Kemudian kepala keamanan jaringan untuk perusahaan tersebut, Nikita Kislitsin, didakwa di AS dan sebuah dokumen dideklasifikasi tahun lalu oleh FBI yang menuduh bahwa Sachkov telah mendukung Kislitsin bekerja sama dengan para penyelidik.

Penangkapan seseorang dengan profil tinggi telah memicu kekhawatiran bahwa hal itu dapat merusak reputasi negara sebagai tujuan bisnis. Untuk itu, ombudsman bisnis Rusia, Boris Titov mendesak para penyelidik untuk membuat rincian lebih lanjut tentang kasus ini ke publik.

“Penyelidik perlu menjelaskan diri mereka sendiri. Jika tidak, sektor ini dan daya tarik investasinya akan mendapat pukulan telak,” tulis Titov di Facebook.

Namun, saat ditanya apakah insiden itu dapat membahayakan sektor TI Rusia yang berkembang pesat, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menepis kekhawatiran itu. Dia bersikeras bahwa kasus terhadap Sachkov murni tentang keamanan nasional.

“Ini tidak ada hubungannya dengan iklim bisnis dan investasi di negara kita, karena Anda dapat melihat bahwa tuduhan itu tidak terkait dengan ekonomi, tetapi terkait dengan pengkhianatan tingkat tinggi,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini