Pria Inggris Dituduh Mata-Mata Rusia Ditangkap di Jerman

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 12 Agustus 2021 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 18 2454455 pria-inggris-dituduh-mata-mata-rusia-ditangkap-di-jerman-WMr1YJwrD6.jpeg Polisi tangkap pria Inggris yang dituduh mata-mata Rusia (Foto: Algulf.net)

INGGRIS - Seorang pria Inggris telah ditangkap di Jerman karena dicurigai menjadi mata-mata untuk Rusia.

Jaksa federal Jerman mengatakan pria itu - bernama hanya sebagai David S - bekerja di kedutaan Inggris di Berlin.

Dia diduga memberikan dokumen kepada intelijen Rusia "setidaknya sekali" dengan imbalan "jumlah uang yang tidak diketahui".

Dia ditangkap di Potsdam di luar Berlin pada hari Selasa dan rumah serta tempat kerjanya telah digeledah.

Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan sedang menangani kasus ini "dengan sangat serius".

(Baca juga: Tanah Longsor, 10 Tewas dan Puluhan Terjebak di Puing-Puing Reruntuhan)

"Memata-matai sekutu dekat di tanah Jerman benar-benar tidak dapat diterima dan kami dalam solidaritas penuh dengan teman-teman Inggris kami,” terang Menteri Luar Negeri Heiko Maas kepada wartawan.

Penangkapan itu merupakan hasil dari penyelidikan gabungan Inggris-Jerman.

Wartawan Keamanan BBC Gordon Corera mengatakan proses penangkapan ini dipimpin oleh intelijen dan telah berlangsung selama beberapa waktu menjelang penangkapan.

(Baca juga: Selandia Baru Akan Tutup Perbatasannya Hingga Akhir 2021)

MI5 dan agen Inggris lainnya, serta polisi Inggris, telah bekerja dengan Jerman untuk mempelajari sebanyak mungkin tentang dugaan aktivitas tersebut.

Polisi Metropolitan London mengkonfirmasi penangkapan seorang warga negara Inggris berusia 57 tahun di Jerman, serta keterlibatan Komando Kontra Terorisme Met.

Polisi mengatakan pihak berwenang Jerman bertanggung jawab atas penyelidikan, tetapi petugas akan terus bekerja dengan rekan-rekan Jerman, kata polisi.

Pria itu muncul di hadapan hakim investigasi di Karlsruhe pada Rabu (11/8), di mana dia diperintahkan untuk tetap ditahan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Jaksa mengatakan dia dipekerjakan sebagai anggota staf lokal di kedutaan.

Situs berita online Jerman, Focus Online, melaporkan bahwa dokumen yang diserahkan berkaitan dengan kontra-terorisme, dan bahwa pria itu dianggap tidak memiliki kekebalan diplomatik.

Hubungan Jerman dan Inggris dengan Rusia sudah tegang setelah beberapa insiden penting dalam beberapa tahun terakhir.

Inggris menuduh Rusia bertanggung jawab atas serangan agen saraf 2018 di Salisbury terhadap Sergei dan Yulia Skripal - tuduhan yang berulang kali dibantah Rusia.

Keduanya selamat dari serangan itu. Tetapi seorang wanita setempat meninggal setelah dia bersentuhan dengan botol parfum yang diduga telah digunakan dalam insiden tersebut dan kemudian dibuang.

Sementara itu, Jerman merawat pembangkang Rusia Alexei Navalny setelah dia diracuni agen saraf Novichok dalam penerbangan Rusia tahun lalu. Pihak berwenang Rusia juga telah berulang kali membantah keterlibatan mereka dalam insiden ini.

Bulan lalu Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersumpah untuk berdiri bersama "melawan agresi Rusia".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini