Nahas, Kakek 70 Tahun Ini Dibui Usai Dilaporkan Mantunya

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 30 September 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 525 2479422 nahas-kakek-70-tahun-ini-dibui-usai-dilaporkan-mantunya-4MwD31oz9q.jpg Illustrasi (foto: dok Sindo)

BANDUNG - Nasib nahas dialami seorang kakek berusia 70 tahun di Bandung benda, Muzakir Aris. Dia harus mendekam di jeruji besi selama beberapa hari, setelah dilaporkan menantunya sendiri, karena diduga melakukan tindakan penganiayaan.

Kisah dijebloskannya kakek tersebut di tahanan Mapolsek Arcamanik bermula saat dia dilaporkan oleh menantunya sendiri bernama Arianto. Kakek tersbeut dikenakan Pasal 170 KUHPidana tentang dugaan pengeroyokan yang dilakukan pada bulan Agustus lalu.

"Klien kami yang bernama Muzakir telah dilaporkan oleh menantunya, dituduh telah melakukan pemukulan pengeroyokan," kata Kuasa Hukum Muzakir, Hilmi Dwi Putra, Kamis (30/9/2021).

Baca juga:  Keluar dari Perguruan Silat, Pemuda Ini Malah Dipukuli Pendekar hingga Bonyok

Kendati begitu, saat ini kakek tersbeut sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Muzakir didiagnosis mengalami pembengkakan jantung setelah beberapa hari menjalani penahanan.

Semenatara itu, istri Muzakir, Ema Siti Zaenab menjelaskan, peristiwa dugaan pengeroyokan itu bermula ketika suaminya yang memiliki usaha percetakan dan penerbitan memberikan kepercayaan pada anaknya, Fitri, untuk mengurusi usaha tersebut.

Baca juga: Suami Tega Bakar Istri dan Anaknya, Diduga karena Cemburu

Namun dua tahun setelah diberi kepercayaan, perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan hingga membuat Muzakir kecewa. Muzakir lalu bertemu dengan Arianto di suatu tempat untuk membicarakan perihal persoalan tersebut.

Pada pertemuan tersebut pun dihadiri beberapa orang karyawan perusahaan. Hingga akhirnya terjadi perselisihan dalam pertemuan itu bahkan terjadi aksi pemukulan oleh dua orang karyawan karena kesal mendengar atasannya dikatai dengan ucapan kasar oleh Arianto.

"Ade (karyawan) ini turun ke bawah karena mendengar ribut dan ada ucapan kasar ke suami saya sehingga spontan memukul karena alasannya tidak suka orang tua dibentak. Ade itu yang mukul. Itu kronologisnya," jelas dia.

Perselisihan itu, menurut Ema, sempat dilerai namun tak menemukan titik damai. Akhirnya, Arianto melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi hingga berujung penahanan terhadap Muzakir sejak tanggal 3 September lalu.

Menurut Ema, selama menjalani tahanan, suaminya sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak pernapasan. Ketika dilakukan pemeriksaan oleh dokter, suaminya didiagnosis menderita pembengkakan jantung dan gula darah tinggi.

"Dan suami saya ditahan sampai hari ini, kemarin dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak didiagnosis dokter ada pembengkakan jantung dan gula darah tinggi," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini