Share

Diadili Terkait Pembunuhan Massal Nazi, Nenek Berusia 96 Tahun Kabur dari Persidangan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 01 Oktober 2021 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 18 2479712 diadili-terkait-pembunuhan-massal-nazi-nenek-berusia-96-tahun-kabur-dari-persidangan-lEHhS8IbBe.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

BERLIN - Seorang wanita Jerman berusia 96 tahun ditangkap beberapa jam setelah kabur dan tidak menghadiri persidangannya pada Kamis (30/9/2021). Irmgard Furchner diadili dengan tuduhan membantu dan bersekongkol dalam pembunuhan massal di kamp konsentrasi Nazi selama Perang Dunia Kedua, demikian disampaikan juru bicara pengadilan.

Furchner dituduh berkontribusi dalam pembunuhan 11.412 orang ketika dia menjadi juru ketik di kamp konsentrasi Stutthof antara tahun 1943 dan 1945. Saat itu dia baru berusia 18 tahun.

BACA JUGA: Eks Penjaga Kamp Konsentrasi Nazi Berusia 100 Tahun Akan Diadili di Jerman 

Tetapi persidangannya di Kota Itzehoe yang jauh di utara tidak dapat dimulai tanpa kehadirannya.

"Terdakwa meninggalkan rumahnya pada dini hari tadi dan naik taksi ke lokasi yang tidak diketahui," kata juru bicara pengadilan Frederike Milhoffer sebagaimana dilansir Reuters.

Juru bicara itu mengatakan surat perintah penangkapan telah dikeluarkan. Itzehoe berjarak sekitar 100 km dari perbatasan Denmark.

BACA JUGA: Mantan Penjaga Nazi Dinyatakan Bersalah Atas 5.230 Pembunuhan di Kamp Konsentrasi 

Milhoffer kemudian mengkonfirmasi bahwa Furchner telah ditahan dan bahwa seorang dokter sekarang sedang menilai apakah kesehatannya akan memungkinkan dia untuk dipenjarakan.

Furchner adalah yang terbaru dari serangkaian nonagenarians telah didakwa dengan kejahatan Holocaust dalam beberapa waktu belakangan. Dakwaan itu dipandang sebagai upaya terburu-buru dari jaksa yang melakukan usaha terakhir untuk menegakkan keadilan bagi para korban dari beberapa pembunuhan massal terburuk dalam sejarah.

Meskipun para pelaku utama Holocaust, tokoh yang memberikan perintah, atau pelaksana eksekusi, telah dihukum pada "Pengadilan Frankfurt Auschwitz" tahun 1960-an, hingga tahun 2000-an para tersangka dan pejabat rendah yang terlibat sama sekali tidak disentuh.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Menurut Der Spiegel, Furchner menyalin perintah eksekusi yang didiktekan kepadanya oleh komandan kamp Paul-Werner Hoppe, yang dihukum karena terlibat pembunuhan pada 1955. Majalah tersebut melaporkan bahwa Furchner telah menulis surat kepada hakim yang meminta untuk diadili secara in absentia - sebuah kemustahilan hukum di Jerman.

Oskar Groening, yang dikenal sebagai "akuntan Auschwitz" karena pekerjaannya merekam barang-barang berharga yang disita dari orang-orang yang dideportasi pada saat kedatangan mereka di kamp pemusnahan, dijatuhi hukuman empat tahun pada 2016 karena terlibat dalam pembunuhan, meskipun ia meninggal sebelum hukumannya dapat dimulai.

Bruno D, (93 tahun), dihukum tahun lalu atas tuduhan bersekongkol dalam pembunuhan 5.230 orang sebagai penjaga di Stutthof. Dia juga diadili di pengadilan pemuda meskipun usianya karena dia masih remaja pada saat kejahatan.

Sekira 65.000 orang tewas di kamp konsentrasi, dekat Gdansk di Polandia saat ini, antara tahun 1939 dan 1945, karena kelaparan dan penyakit atau di kamar gas kamp, termasuk tawanan perang dan orang-orang Yahudi yang terperangkap dalam perang pemusnahan Nazi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini