Polisi Tak Akan Beri Ampun Jika Ada Konvoi Motor Berknalpot Bising di Lembang

Adi Haryanto, Koran SI · Jum'at 01 Oktober 2021 22:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 525 2480075 polisi-tak-akan-beri-ampun-jika-ada-konvoi-motor-berknalpot-bising-di-lembang-iVtMRLPMhe.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

BANDUNG BARAT - Jajaran kepolisian dari Polsek Lembang akan mengantisipasi pengendara motor berkenalpot bising yang hendak melintas di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Biasanya kelompok kendaraan bermotor tersebut sering terlihat di setiap akhir pekan, sehingga petugas bakal melakukan operasi yustisi menyasar kendaraan berknalpot bising dan tak dilengkapi surat kendaraan seperti STNK dan SIM.

"Kami intens melakukan operasi yustisi sebagai upaya antisipasi kedatangan bikers yang hendak Sunday Morning Ride (Sunmori) dan Night Riding ke wilayah Lembang," kata Kapolsek Lembang Kompol Sarce Christiaty Leodima, Jumat (1/10/2021).

Dia menegaskan, sasaran operasi yustisi kendaraan knalpot bising dan yang tidak dilengkapi surat-suratnya, misalnya STNK dan SIM mati. Pihaknya tidak akan mentolerir kepada pengendara motor yang berknalpot bising karena sudah sering dikeluhkan masyarakat.

Kawasan Lembang memang menjadi langganan biker yang melakukan Night Riding dan Sunmori. Mereka akan berkumpul terlebih dahulu di Rest Area 72 Lembang lalu melanjutkan perjalanan ke area kebun teh di Wates, Subang. Jadi sebenarnya Lembang hanyalah tempat lintasan, bagi para pengendara tersebut.

"Lembang ini memang jadi sasaran tempat kumpul dan perlintasan Sunmori. Biasanya untuk night riding dilakukan para bikers pada Sabtu-Minggu pada pukul 21.00 dan 22.00 hingga menjelang subuh. Sementara Sunmori biasanya mulai muncul pada pukul 06.00 atau pukul 07.00," sebutnya.

Sementara anggota komunitas Relawan Peduli Lingkungan (RPL) yang juga warga Lembang, KBB, Asep Koswara menyebutkan, saat ini masyarakat Lembang kembali dibuat resah lagi dengan kemunculan aksi night riding dan sunday morning ride (sunmori) oleh kawanan komunitas motor yang kembali marak.

"Maraknya aksi kebut-kebutan di jalur Lembang hingga perbatasan Subang itu membuat masyarakat geram dan terganggu. Makanya warga seringkali inisiatif ada yang melakukan sweeping untuk menjaga ketentraman lingkungannya," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini