Share

Abiy Ahmed Dilantik Sebagai PM Ethiopia untuk Masa Jabatan Kedua

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 04 Oktober 2021 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 18 2481187 abiy-ahmed-dilantik-sebagai-pm-ethiopia-untuk-masa-jabatan-kedua-esuZETT9dB.jpg Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed. (Foto: Reuters)

ADDIS ABABA - Parlemen Ethiopia mengukuhkan petahana Abiy Ahmed sebagai perdana menteri untuk masa jabatan lima tahun pada Senin (4/10/2021). Pengukuhan ini memperkuat kekuasaan Abiy di Ethiopia di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas penanganan pemerintahnya atas konflik di wilayah utara negara itu.

Partai Abiy menang telak dalam pemilihan Juni lalu. Dia dilantik pada Senin, dan sebuah upacara diadakan kemudian di ibu kota Addis Ababa yang dihadiri oleh beberapa kepala negara Afrika.

BACA JUGA: Ethiopia Usir 7 Perwakilan PBB, Beri Waktu 72 Jam untuk Pergi

Presiden Sahle-Work Zewde mengatakan kepada parlemen pada Senin bahwa prioritas pemerintah termasuk mengurangi inflasi, yang telah melayang sekira 20% tahun ini, dan biaya hidup, serta mengurangi pengangguran.

PBB telah memperingatkan bahwa ratusan ribu orang mengalami kelaparan di wilayah utara Tigray yang dilanda perang di Ethiopia. Konflik pecah di sana 11 bulan lalu antara pasukan federal dan pasukan yang setia kepada Front Pembebasan Rakyat Tigrayan (TPLF), partai politik yang menguasai Tigray. Ribuan orang tewas dan lebih dari 2 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Pada Kamis (30/9/2021), Ethiopia mengumumkan akan mengusir tujuh pejabat senior PBB dan memberi mereka waktu 72 jam untuk pergi, sebuah langkah yang ditolak oleh PBB.

Ethiopia menuduh pejabat PBB mengalihkan bantuan dan peralatan komunikasi ke TPLF, gagal menuntut pengembalian truk bantuan yang dikerahkan ke Tigray, melanggar pengaturan keamanan dan menyebarkan informasi yang salah.

BACA JUGA: PBB: 350 Ribu Orang di Tigray, Ethiopia, Terancam Bencana Kelaparan

Amerika Serikat juga mengutuk pengusiran dan memperingatkan bahwa tidak akan ragu untuk menggunakan sanksi sepihak terhadap mereka yang menghalangi upaya kemanusiaan.

Abiy diangkat sebagai perdana menteri oleh koalisi yang saat itu berkuasa pada 2018 dan menjanjikan reformasi politik dan ekonomi.

Dalam beberapa bulan menjabat, dia mencabut larangan partai oposisi, membebaskan puluhan ribu tahanan politik dan mengambil langkah untuk membuka salah satu pasar terakhir Afrika yang belum dimanfaatkan.

Pemerintahannya sekarang menghadapi tuduhan dari kelompok-kelompok hak asasi bahwa mereka memutar kembali beberapa kebebasan baru, yang disangkalnya.

Dalam pemungutan suara bulan Juni, Partai Kemakmuran Abiy memenangkan 410 dari 436 kursi parlemen yang diperebutkan, dari total 547 kursi. Masalah keamanan dan logistik menunda pemungutan suara di 111 kursi lainnya.

Partai oposisi Ezema dan Gerakan Nasional Amhara (NAMA) masing-masing memenangkan kurang dari 10 kursi dalam pemilihan Juni.

Pada 30 September, 47 konstituen tambahan memberikan suara. Hasil dari wilayah tersebut belum diumumkan, tetapi tidak akan mempengaruhi hasil keseluruhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini