Polisi Beberkan Alasan Otopsi Ulang 2 Korban Pembunuhan di Subang

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Senin 04 Oktober 2021 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 525 2481213 polisi-beberkan-alasan-otopsi-ulang-2-korban-pembunuhan-di-subang-z7nfgc67jv.png Petugas saat otopsi jenazah korban pembunuhan di Subang (foto: MNC Portal)

BANDUNG - Polisi akhirnya memutuskan melakukan otopsi ulang terhadap jasad korban pembunuhan sadis di Kabupaten Subang, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Otopsi ulang telah dilakukan polisi pada Sabtu (2/10/2021) lalu dengan cara membongkar makam ibu dan anak gadisnya itu. Jasad keduanya kemudian diperiksa ahli forensik untuk mengetahui penyebab pasti mereka meninggal.

Kedua korban sebenarnya telah diotopsi di hari yang sama saat keduanya ditemukan terbujur kaku dalam kondisi telanjang dan luka di bagian kepalanya di bagasi mobil Alphard yang terparkir di halaman rumah mereka, Rabu (18/9/2021) lalu.

Baca juga:  Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Tim Uka-Uka Dikerahkan Cari Handphone Milik Amalia

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago membeberkan alasan otopsi ulang jasad Tuti dan Amalia. Menurutnya, otopsi ulang dilakukan karena pihaknya mengantongi bukti baru terkait kasus pembunuhan yang menyita perhatian publik itu. Otopsi, kata Erdi, dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan bukti baru tersebut.

"Kenapa kita lakukan otopsi lagi? Karena kita sedang mencari kesesuaian antara bukti dan petunjuk baru yang telah kita temukan dengan bukti penyebab kematian," beber Erdi, Senin (4/10/2021).

Baca juga:  Polisi Bongkar Makam Korban Pembunuhan di Subang untuk Autopsi Ulang

Melalui otopsi ulang, lanjut Erdi, penyidik juga ingin melihat kembali luka pada tubuh Tuti dan Amalia, apakah luka di tubuh mereka disebabkan oleh benda tajam, benda tumpul, atau penyebab lainnya.

"Tidak hanya itu, kita juga mencocokkan waktu spesifik kematian korban lalu mencari tahu apakah ada perlawanan atau tidak sebelum korban meninggal. Itu nanti dari otopsi kan kelihatan," jelas Erdi.

Maki begitu, Erdi tidak menjelaskan secara detail terkait bukti baru yang telah dikantongi pihaknya. Menurut Erdi, hasil otopsi ulang merupakan ranah penyidik, sehingga belum bisa disampaikan kepada publik.

"Mereka (penyidik) mengevaluasi dan menganalisis untuk melakukan tindakan ke depannya, disesuaikan hasil dari otopsi itu. Jadi, intinya kita sekarang dengan bukti yang baru yang dimiliki penyidik, bukti maupun petunjuk ini kita sesuaikan lagi dengan hasil otopsi yang baru dilakukan," jelas Erdi.

Sebelumnya diberitakan, makam Tuti dan Amalia dibongkar pihak kepolisian, Sabtu (2/10/2021) lalu dan jasad keduanya kemudian diotopsi ulang. Menurut petugas gali kubur, Waryana, dia bersama lima orang lainnya ditugaskan kepolisian untuk menggali makam Tuti dan Amalia.

"Makam pertama yang dibongkar Tuti dan langsung dilakukan autopsi di tempat. Setelah dimakamkan kembali lalu makan Amalia yang dibongkar, prosesnya dilakukan selama tiga jam," kata Waryana.

Kriminolog dari FISIP Universitas Indonesia (UI), Iqrak Sulhin angkat bicara terkait lamanya pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak gadisnya itu. Menurut Iqrak, terdapat dua hal yang akan dicari polisi dalam pengungkapan kasus kejahatan, yakni motif dan bukti atau petunjuk.

Iqrak menegaskan, lamanya pengungkapan kasus pembunuhan Tuti dan Amalia dapat disebabkan karena motif belum ditemukan dan bukti atau petunjuk masih belum jelas.

"Saya kira, sikap hati-hati kepolisian justru perlu dihargai. Tidak boleh tergesa-gesa bila bukti atau petunjuk masih belum jelas. Jangan sampai menyangka seseorang atas dasar bukti atau petunjuk yang belum jelas Publik perlu bersabar, demikian pula keluarga," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini