Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Dihantui Kelaparan Akibat Covid-19 dan Ketidakstabilan Politik, Sistem Perbankan di Ambang Kehancuran

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 06 Oktober 2021 |09:01 WIB
Warga Dihantui Kelaparan Akibat Covid-19 dan Ketidakstabilan Politik, Sistem Perbankan di Ambang Kehancuran
Warga miskin Myanmar dihantui kelaparan akibat ketidakstabilan politik dan pembatasan Covid-19 (Foto: World Bank)
A
A
A

  • Pemogokan dan boikot

Kota asal Ma Wai, yaitu Monywa, merupakan basis utama perlawanan terhadap kekuasaan militer. Banyak orang dari komunitasnya bergabung dalam unjuk rasa massal menentang kudeta militer pada 1 Februari.

"Ketika itu, tentara melepaskan tembakan ke arah lokasi lingkungan kami. Beberapa tetangga saya tewas dan sebagian lagi terluka diterjang peluru," ujarnya.

Semenjak kudeta, puluhan ribu pegawai negeri -- mulai guru dan pekerja kereta api hingga dokter dan perawat -- menolak bekerja untuk rezim.

Menurut Pemerintah Persatuan Nasional, yang dibentuk oleh anggota parlemen yang digulingkan, lebih dari 410.000 pegawai pemerintah masih melakukan pemogokan.

Gerakan ini juga menyerukan aksi boikot terhadap segala sesuatu yang terkait rezim militer, mulai perbankan hingga kegiatan lotre yang disponsori negara; mulai bir dan rokok hingga telekomunikasi.

Tujuan mereka adalah menjauhkan rezim militer dari sumber pendapatan utama mereka.

Masyarakat juga menolak membayar tagihan listrik, yang menurut mereka akan masuk ke kantong militer.

Sanksi seperti ini dan sanksi publik lainnya terhadap bisnis yang dijalankan militer memiliki dampak luar biasa.

Jenderal Soe Win, orang nomor dua di tampuk kekuasaan rezim militer, mengakui dalam sidang membahas anggaran bulan Agustus bahwa pemerintah menerima lebih sedikit pemasukan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement