Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Dihantui Kelaparan Akibat Covid-19 dan Ketidakstabilan Politik, Sistem Perbankan di Ambang Kehancuran

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 06 Oktober 2021 |09:01 WIB
Warga Dihantui Kelaparan Akibat Covid-19 dan Ketidakstabilan Politik, Sistem Perbankan di Ambang Kehancuran
Warga miskin Myanmar dihantui kelaparan akibat ketidakstabilan politik dan pembatasan Covid-19 (Foto: World Bank)
A
A
A

  • Tidak ada aturan yang jelas

Bank-bank swasta membatasi jumlah uang yang dapat diambil.

Bank CB di wilayah Delta Irrawaddy, misalnya, mengizinkan para pelanggan untuk menarik hanya 500 ribu Kyat (Rp586.000) dalam dua pekan.

"Bisnis kecil-kecilan sangat terpukul karena batasan ini," jelas Tun Tun, manajer cabang bank swasta yang dia namanya tidak disebutkan.

"Mereka tidak memiliki daftar perusahaan sehingga mereka tidak berhak menarik jumlah yang lebih besar yang sepuluh kali lebih banyak untuk individu," terangnya kepada BBC.

"Sangat sedikit orang yang menabung sekarang. Anda dapat menghitung jumlah penabung dalam seminggu dengan jari di satu tangan. Di sisi lain, ribuan pemegang rekening menarik uang setiap hari,” lanjutnya.

Pengiriman uang juga tergantung pada ketersediaan uang tunai di kantor cabang penerima.

"Kami harus menelepon cabang lain untuk memeriksa apakah mereka memiliki cukup uang untuk membayar transfer,” ujarnya.

  • Ekonomi terjun bebas

Mata uang Kyat Myanmar telah melemah terhadap dolar AS lebih dari 20% sejak kudeta pada Februari.

Kehadiran masyarakat Yangon dikonter pertukaran uang asing dilaporkan melemah lebih dari 40%.

Saat ini masyarakat lebih suka menyimpan uang mereka dalam dolar atau membeli emas. Harga emas mencatat rekor baru setiap bulan sejak Februari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement