"Sebenarnya tidak ada standarisasi dan sebagainya. Kita hanya ingin mengelompokkan jenis-jenis tumbuhan tersebut. Sampai saat ini kita baru ada 3 warna mungkin nanti akan tambah satu warna karena kita juga ada koleksi tumbuhan yang memang tidak ditanam di tanah langsung tapi kita tanam di pot, rumah kaca dan sebagainya," beber Junaedi.
Selain untuk bahan infomasi, dengan adanya KTP digital tanaman-tanaman di Kebun Raya Bogor telah memiliki identitasnya, dan akan dihubungkan dengan Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Ditargetkan, akan ada sebanyak 15.000 tanaman yang akan memiliki KTP digital dalam dua tahun ke depan.
"Jadi, kalau ada pihak asing membeli tanaman tersebut, dibawa ke luar negeri, lalu diekstrak misalnya bijinya atau daunnya menjadi obat, itu identitasnya sudah ketahuan dari Indonesia. Mereka tidak bisa mengklaim itu adalah temuan mereka. Jadi pentingnya KTP tanaman itu seperti itu," tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.