Share

Barat Berencana Terbangkan Uang Tunai ke Afghanistan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 08 Oktober 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 18 2483266 barat-berencana-terbangkan-uang-tunai-ke-afghanistan-HSkcdeymil.JPG Foto: Reuters.

BRUSSELS – Pejabat internasional berencana untuk menerbangkan uang tunai untuk membantu orang-orang yang membutuhkan di Afghanistan, sambil menghindari membiayai pemerintahan Taliban, demikian diungkap beberapa orang yang mengetahui rencana itu.

Perencanaan untuk pengiriman uang tunai dilakukan di saat ekonomi Afghanistan runtuh dengan cepat. Para diplomat masih memperdebatkan apakan negara-negara Barat dapat menuntut Taliban membuat konsesi sebagai imbalan bantuan ekonomi, demikian menurut dokumen kebijakan internal yang dilihat oleh Reuters.

BACA JUGA: Taliban Tak Bayar Listrik, Afghanistan Bisa Kembali ke Abad Kegelapan 

Pendanaan darurat, yang bertujuan untuk mencegah krisis kemanusiaan dalam menghadapi kekeringan dan pergolakan politik, itu dilakukan dengan menerbangkan uang kertas dolar Amerika Serikat (AS) ke Kabul untuk didistribusikan melalui bank dengan pembayaran kurang dari USD200. Rencana ini dilakukan dengan izin dari Taliban, tetapi tanpa keterlibatan mereka. .

Selain mengirimkan uang tunai untuk membendung krisis langsung, negara-negara donor ingin membentuk dana perwalian "kemanusiaan-plus" yang akan membayar gaji dan menjaga sekolah dan rumah sakit tetap buka, kata dua pejabat senior.

BACA JUGA: Militer AS Akui Perang Afghanistan 'Kegagalan Strategis' 

Banyak orang Afghanistan mulai menjual harta benda mereka untuk membayar makanan yang semakin langka. Kepergian pasukan pimpinan AS dan banyak donor internasional ikut menghilangkan dana hibah yang digunakan Afghanistan untuk membiayai 75% dari pengeluaran publiknya, menurut Bank Dunia.

Strategi Barat yang tidak biasa ini mencerminkan dilema yang mereka hadapi. Di satu sisi Barat masih ingin membantu Afghanistan setelah dua dekade perang, dan untuk mencegah migrasi massal, namun di sisi lain mereka enggan memberikan uang kepada Taliban, yang merebut kekuasaan pada Agustus dan belum menunjukkan perubahan signifikan dari cara keras mereka memerintah negara itu antara tahun 1996 hingga 2001.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa 14 juta warga Afghanistan menghadapi kelaparan.

Program Pangan Dunia PBB (WFP) telah mendistribusikan sekitar 10 juta warga Afghanistan (USD110.000) tunai melalui bank lokal dan bermaksud untuk mencairkan lebih cepat, kata seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Diterbangkannya uang tunai itu adalah percobaan untuk pengiriman dolar yang lebih besar melalui udara dari Pakistan, kata seorang sumber.

Seorang diplomat senior mengatakan dua pendekatan sedang dipertimbangkan yang akan menyuntikkan uang tunai ke dalam ekonomi Afghanistan. Keduanya dalam tahap perencanaan.

Di bawah rencana pertama, WFP akan menerbangkan uang tunai dan mendistribusikannya langsung kepada orang-orang untuk membeli makanan, memperluas sesuatu yang telah dilakukan badan tersebut dalam skala yang lebih kecil.

Pendekatan kedua akan melihat arus kas masuk untuk disimpan oleh bank atas nama PBB. Kas itu akan digunakan untuk membayar gaji staf badan-badan PBB dan organisasi non-pemerintah.

Taliban tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang rencana pengiriman uang tunai tersebut.

Seorang juru bicara Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya akan mengizinkan bantuan kemanusiaan melalui organisasi internasional dan non-pemerintah yang independen sambil "menolak aset" kepada Taliban dan memberi sanksi kepada para pemimpinnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini