Squid Game Buktikan Kapitalisme Tidak Berhasil

Susi Susanti, Okezone · Kamis 14 Oktober 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 18 2486184 squid-game-buktikan-kapitalisme-tidak-berhasil-3adti8qpEs.jpg Squid Game (Foto: Netflix)

PYONGYANG – Siapa yang tidak mengetahui Squid Game. Ini adalah serial yang paling banyak dilihat yang pernah dirilis Netflix. Menurut Korea Utara, acara ini juga merupakan bukti bahwa kapitalisme tidak berhasil.

"Dikatakan bahwa Squid Game] membuat orang menyadari kenyataan menyedihkan dari masyarakat Korea Selatan yang kejam di mana manusia didorong ke dalam persaingan yang ekstrim dan kemanusiaan mereka dimusnahkan," tulis media yang dikelola pemerintah pada Selasa (12/10).

Pertunjukan tersebut menggambarkan "proses ratusan orang yang dipaksa menjalani kehidupan neraka, berjuang dengan hutang yang tak tertahankan, dalam permainan brutal di mana mereka saling membunuh untuk mengklaim hadiah uang yang hanya diberikan kepada satu pemenang."

"Masyarakat Korea Selatan saat ini di mana jumlah pecundang dalam kompetisi sengit, seperti pekerjaan, real estat, dan saham, meningkat secara dramatis," bunyi propaganda Korea Utara.

Pernyataan ini menambahkan bahwa Squid Game menunjukkan "realitas hidup di dunia di mana orang hanya dinilai dengan uang."

(Baca juga: Pecah Rekor, Squid Game Tembus 111 Juta Penonton dalam 17 Hari)

Squid Game, yang mulai streaming pada 17 September lalu, berfokus pada sekelompok orang yang sangat berhutang budi di Korea Selatan. Mereka pertama kali ditipu ke dalam turnamen mematikan permainan anak-anak -- "Squid Game" adalah nama permainan sekolah yang populer di Korea Selatan -- tetapi kemudian banyak dari mereka secara menyadari bahwa permainan itu mungkin satu-satunya kesempatan mereka untuk memenangkan uang yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

Peluang untuk bertahan hidup tidaklah bagus – seperti film ‘The Hunger Games’, yang hanya menampilkan kontes seperti Lampu Merah, Lampu Hijau, dan kelereng.

(Baca juga: Squid Game Geser Bridgerton sebagai Serial Paling Banyak Ditonton)

Squid Game telah menjadi hit yang tak terduga di seluruh dunia. Ini telah ditonton secara luas di China meskipun Netflix dilarang di negara tersebut. Di Korea Selatan, Squid Game bertanggung jawab atas begitu banyak aktivitas online sehingga penyedia broadband menggugat Netflix karena melonjaknya biaya jaringan. Politisi Korea Selatan telah memanfaatkan popularitasnya, menggunakan acara itu untuk mengkritik lawan karena korupsi dan ketidakmampuan.

Seperti diketahui, Korea Utara dan Selatan telah terlibat dalam perang saudara sejak tahun 1950, meskipun aksi militer terbuka antara kedua Korea berhenti pada tahun 1953. Setelah 30 tahun kekacauan dan pemerintahan militer, Korea Selatan menjadi negara demokrasi pada tahun 1986 dan saat ini memiliki ekonomi terbesar ke-12 di dunia. Sementara itu, Korea Utara telah diperintah oleh tiga generasi keluarga Kim. PDB-nya diperkirakan lebih dari USD27 miliar (Rp382 triliun), dibandingkan dengan USD1,5 triliun (Rp21.239 triliun) milik Korea Selatan.

"Di bawah pemerintahan Kim Jong Un, pemimpin ketiga dari hampir 75 tahun dinasti Kim, pemerintah totaliter memperdalam represi dan mempertahankan kepatuhan yang menakutkan dengan menggunakan ancaman eksekusi, pemenjaraan, penghilangan paksa, dan kerja paksa," tulis Human Rights Watch dalam laporan 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini