Pasca-Ditangkap Polisi, Rumah dan Kantor Bos Aktual TV Tampak Sepi

Riski Amirul Ahmad, iNews · Jum'at 15 Oktober 2021 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 519 2486892 pasca-ditangkap-polisi-rumah-dan-kantor-bos-aktual-tv-tampak-sepi-cw3NiGutYe.jpg Rumah dan kantor Bos Aktual TV di Bondowoso (Foto: Riski Amirul Ahmad)

BONDOWOSO - Kantor dan rumah Direktur TV yang ditangkap polisi di Bondowoso, Jawa Timur tampak sepi. Pihak Polres Bondowoso memastikan Aktual TV yang terjerat kasus ITE berupa Sara dan berita hoax di Polres Metro Jakarta Pusat adalah warga Bondowoso.

Selain pemilik akun berinisial A, juga ikut dibawa beberapa rekan pelaku yang memiliki andil dalam pembuatan video. Sementara itu kantor produksi konten dan rumah sang direktur sepi.

Baca Juga:  Ganggu Soliditas, TNI dan Polri akan Jumpa Pers soal Penangkapan Direktur TV Swasta Penyebar Hoax

Beredarnya berita penangkapan pemilik akun dan kru Youtuber Aktual TV oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat akhirnya terjawab. Pelaku yakni warga Bondowoso berinisial A. Dari data yang dihimpun, A adalah warga Grujugan Lor Kecamatan Jambesari, Bondowoso. Sehari-hari A bekerja sebagai Direktur TV Swasta lokal.

Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Ari Bowo membenarkan adanya penangkapan A. Namun, Polres Bondowoso sifatnya hanya memback up, sedangkan seluruh proses hukum dilakukan di Polres Metro Jakarta Pusat.

Selain A, juga dibawa beberapa kru dari pembuat konten di akun Aktual TV. Polres Bondowoso tidak mengetahui secara detail kasusnya, namun hanya melakukan back up penangkapan.

Baca Juga:  Viral Polisi Diduga Banting dan Injak Mahasiswa, Kapolres Tangerang: Kondisinya Sehat!

Sementara rumah milik salah satu tersangka berinisial A yang juga Direktur TV Lokal di Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambesari terlihat nampak sepi dan semua pintu tertutup rapat. Di rumah sekaligus kantor yang memiliki siaran lokal ini, tersangka membuat konten Youtube Aktual TV.

Sebagaimana berita yang beredar, Direktur TV swasta lokal ditangkap pihak Kepolisian Metro Jakarta Pusat. Diduga terkait unggahan video hoax dan mengandung isu Sara yang ditujukan kepada Pangkostrad Letjend Dudung Abdurrahman.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini