Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peringatan Maulid Nabi, Menag: Rasulullah Penuh Kasih Sayang & Merangkul yang Berbeda

Komaruddin Bagja , Jurnalis-Senin, 18 Oktober 2021 |23:28 WIB
Peringatan Maulid Nabi, Menag: Rasulullah Penuh Kasih Sayang & Merangkul yang Berbeda
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Foto : Kemenag)
A
A
A

JAKARTA- Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah/2021 bertajuk 'Spirit Maulid Nabi Muhammad SAW Menebar Empati Perkuat Silaturahmi'.

Menag Yaqout Cholil Qoumas mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud rasa cinta, taqwa kita dan rindu kepada Nabi Akhir Zaman, begitu terasa membumi di berbagai pelosok dunia merayakan kelahiran beliau dengan gegap gempita. Karena Rasulullah SAW adalah sosok Rasul yang penuh cinta dan kasih syang.

"Kita baru saja menyimak apa yang disamnpaikan oleh KH Abdul Ghafur Maimoen, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tingkat kenegaraan dalam rangka mendekatkan diri dengan sosok yang mulia Nabi akhir zaman dengan bangsa Indonesia. Ada banyak contoh baik yang diwariskan Nabi besar kita ini. Setiap zaman punya cara menjabarkan kebesaran dan kemuliaan akhlaknya," ujarnya, Senin (18/10/2021).

"Begitu juga bangsa Indonesia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah cara kita untuk mengenal dan mendekatkan sosoknya kepaa para generasi penerus. Kemuliaan akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW adalah magnet yang menjadikan umatnya merindukan sosok yang begitu dicintai," imbuhnya.

Beliau, ujar Menag, tumbuh sebagai pribadi yang penuh kasih sayang, merangkul semua yang berbeda dan menempatkan hak-hak sebagai dasar, secara jenrih dijelaskan KH Abdul Ghafur Maimoen, sejarah mencatat bagaiaman harmoni mMadinah yang begitu indah meskipun dihadapkan pada keberagaman agama, kebudayaan dan keyakinan. bagi bangsa Indonesia mencontoh akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW adalah keniscayaan.

"Para pendahulu bangsa kita telah menempatkan harmoni dan kerukunan sebagai spirit universal yang menjaga Indonesia tetap utuh," sambungnya.

Ia menambahkan, Indonesia hari ini adalah cerminan Negeri Madinah yang penuh dengan toleransi, saling menghormati dan memberikan kepastian bagi setiap keyakinan untuk menjalankan agamanya.

"Tugas kita menjaga NKRI masih terasa berat. Ada banyak tantangan dan rintangan yang berupaya merusak nilai-nilai dalam merawat keberagaman. Namun, semua tantangan itu mudah kita lewati selama agama dan negara berjalan beriringan. Tidak boleh keduanya dipertentangkan, tidak boleh keduanya dipertentangkan. Karena memang agama dan negara sejatinya dua sisi yang saling berkaitan. Spirit Maulid nabi seharusnya menginspirasi kita untuk tidak berputus asa memberikan yang terbaikuntuk bangsa dan negara," terangnya.

Baginda Rasulullah SAW mengajarkan bagaimana mengelola keragaman. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh rakyat Indonesia mensyukuri anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT.

"Saya kira inilah yang harus kita kerjakan dan kenali. Allah SWT menganugerahi kekayaan alam dan budaya. Salah satu cara bersyukur kita yakni dengan merawat kekayaan alam dan budaya dengan baik. Spirit Maulid Nabi mengajak kita berjihad dengan berani mengedepankan persamaan dibanding perbedaan.Allah SWT lebih banyak menganugerahi persamaan meski perbedaan ada. Namun jumlahnya lebih sedikit dibanding persamaannya. Ini ujian untuk kita apakah kita mampu menjadi bangsa yang sibuki menysuukuri persamaan atau sibuk menggali perbedaan," tutupnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement