Indonesia, Malaysia Keberatan Rencana Kapal Selam AUKUS

Agregasi VOA, · Selasa 19 Oktober 2021 05:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 18 2488334 indonesia-malaysia-keberatan-rencana-kapal-selam-aukus-63Zwfq2Kis.jpg Menlu Malaysia dan Menlu RI (Foto: Twitter)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah pada Senin (18/10) mengatakan Malaysia dan Indonesia sama-sama keberatan dengan keputusan Australia untuk membeli kapal selam bertenaga nuklir, meski senjata nuklir bukan bagian dari rencana itu.

Pakta keamanan trilateral yang dijuluki AUKUS itu disetujui bulan lalu antara Australia, AS dan Inggris. Saifuddin mengatakan kedua negara Asia Tenggara itu sama-sama mengkhawatirkan konsekuensinya.

"Kami sepakat pada isu terbaru di kawasan mengenai negara di dekat kawasan kami yang membeli kapal selam bertenaga nuklir," terang Saifuddin dalam konferensi pers gabungan setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

"Walaupun negara itu (Australia) tak punya kapasitas senjata nuklir, kami khawatir dan prihatin,” lanjutnya.

(Baca juga: Tepis Kekhawatiran Terkait AUKUS, Australia Tegaskan Komitmen Terhadap Sentralitas ASEAN)

Bulan lalu, Indonesia mengatakan khawatir AUKUS bisa mendorong terjadinya perlombaan senjata regional.

Perjanjian itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Cina Timur dan Selatan, perairan yang dilalui kapal-kapal yang mengangkut barang-barang bernilai triliunan dolar atau sekitar sepertiga dari perdagangan global.

(Baca juga: IAEA Sebut Kesepakatan AUKUS Akan Sulitkan Pengawasan Nuklir)

Filipina, sekutu pertahanan AS, mendukung AUKUS, mengatakan pakta itu menawarkan penyeimbang yang diperlukan guna menghadapi China yang semakin asertif.

Malaysia sebelumnya mengatakan akan meninjau isu itu dengan China dan ASEAN.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini