Tepis Kekhawatiran Terkait AUKUS, Australia Tegaskan Komitmen Terhadap Sentralitas ASEAN

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 21 September 2021 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 18 2474703 tepis-kekhawatiran-terkait-aukus-australia-tegaskan-komitmen-terhadap-sentralitas-asean-I4DLwCyoUc.jpg Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne bersama dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Llyod Austin dalam pertemuan di Washington, Amerika Serikat, 16 September 2021. (Foto: Reuters)

JAKARTAAustralia menegaskan komitmennya pada sentralitas ASEAN di tengah kontroversi terkait kesepakatan kemitraan dengan Inggris dan Amerika Serikat (AS), yang dikenal dengan nama AUKUS. Australia juga menyatakan dukungan bagi kawasan Indo Pasifik yang terbuka, inklusif, dan sejahtera sesuai dengan prinsip ASEAN Outlook mengenai Indo-Pasifik.

BACA JUGA: Indonesia Prihatin Atas Keputusan Australia Miliki Kapal Selam Nuklir

“Komitmen kami terhadap sentralitas ASEAN tetap teguh seperti sebelumnya menyusul pengumuman nbahwa kami akan membentuk kemitraan keamanan yang ditingkatkan antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat – AUKUS – yang akan memungkinkan kami untuk berbagi teknologi dan kemampuan dengan lebih baik,”demikian disampaikan Duta Besar Australia untuk ASEAN Will Nankervis dalam pernyataannya, Selasa (21/9/2021).

Lebih lanjut ditegaskan bahwa AUKUS hanyalah sebuah kemitraan keamanan, bukan sebuah aliansi atau pakta pertahanan.

BACA JUGA: PM Malaysia: Perjanjian Kapal Selam Nuklir Australia Bisa Picu Perlombaan Senjata

Pernyataan ini disampaikan menyusul munculnya keprihatinan dari negara-negara ASEAN, terutama Indonesia dan Malaysia, akan kerja sama AUKUS, yang akan membantu Australia mengembangkan kapal selam nuklir. Hal ini dikhawatirkan akan mendorong terjadinya perlombaan senjata di kawasan Indo Pasifik.

Australia menepis kekhawatiran ini, menyatakan bahwa AUKUS tidak akan mengubah komitmen Canberra untuk mendorong kawasan yang damai.

“Perjanjian baru ini tidak mengubah komitmen Australia terhadap ASEAN maupun dukungan berkelanjutan kami untuk arsitektur regional yang dipimpin ASEAN. Kami berkomitmen untuk terus mendorong kawasan yang damai dan aman dengan ASEAN sebagai pusatnya, dan untuk melengkapi dan memperkuat rancangan yang telah ada, yang dipimpin oleh ASEAN,” lanjut pernyataan itu.

Australia juga menjamin pihaknya akan tetap mematuhi perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT) dan Zona Bebas Nuklir, baik di Pasifik Selatan maupun di Asia Tenggara.

Disampaikan bahwa kapal selam bertenaga nuklir yang nantinya akan dikembangkan melalui bantuan dari AUKUS tidak akan membawa senjata nuklir.

“Australia tidak sedang dan tidak akan mencari senjata semacam itu (nuklir). Kami juga tidak berusaha membangun kemampuan nuklir sipil.”

Kesepakatan AUKUS yang membantu pengembangan kapal selam nuklir Australia telah mendapat reaksi keras dari beberapa negara, termasuk China dan Prancis.

China menyebut perjanjian itu “sangat merusak perdamaian dan stabilitas regional”. Sementara Prancis meradang karena Australia membatalkan sepihak kontrak pembelian kapal selam senilai USD43 miliar (sekira Rp612 triliun) karena perjanjian AUKUS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini