Diduga Gegara Maulid Nabi, Pria Berkapak Rusak Madrasah dan Masjid di Sukabumi

Dharmawan Hadi, iNews · Sabtu 23 Oktober 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 525 2490594 diduga-gegara-maulid-nabi-pria-berkapak-rusak-madrasah-dan-masjid-di-sukabumi-SX3uPPaJ22.jpg Perusakan masjid dan madrasah di Sukabumi (Foto: Dharmawan Hadi)

SUKABUMI - Seseorang dengan menggunakan kapak melakukan perusakan madrasah dan masjid di Kampung Langansari, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (23/10/2021).

Saksi di lokasi kejadian, Yudi Yudiansyah (38) mengatakan, dirinya mendengar suara pecahan kaca sekitar pukul 06.00 WIB. Yudi yang hendak memeriksa asal suara itu berasal, namun dicegah oleh keluarganya.

"Katanya ada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang memecahkan kaca jendela masjid, terus Alquran, terus madrasah. Terduga pelakunya BY (44)," ujar Yudi menerangkan kepada wartawan.

Baca Juga: Rusak Rumah dan Ancam Bunuh Ibunya, Seorang Anak Ditangkap

Yudi menambahkan, setelah melakukan perusakan terduga pelaku tanpa merasa bersalah langsung bekerja menarik penumpang sebagai ojek. "Kadang sadar kadang kambuh, makanya terduga pelaku selesai ngamuk langsung ngojek," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Tegalbuleud, Iptu Deni Miharja mengatakan bahwa berdasarkan laporan warga telah terjadi perusakan tempat sarana ibadah madrasah dan Masjid Al- Istiqomah yang dilakukan oleh terduga pelaku BY dengan cara merusak jendela madrasah dan mesjid serta merusak satu buah bedug masjid dengan menggunakan sebilah kapak.

"Akibatkan sembilan kaca jendela pecah dan bedug robek, diduga hal tersebut dilakukan terduga karena tidak menyukai dan tidak menerima tempat sarana ibadah masjid dan madrasah tersebut digunakan untuk kegiatan ibadah dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW," ujar Deni menerangkan kepada wartawan.

Baca Juga: Polisi Tangkap 1 Orang Terkait Pengerusakan Kantor Desa Bojong Koneng

Saat ini, terduga pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan sedang dilakukan pemeriksaan dan pengembangan atas kasus perusakan masjid dan madrasah tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini