Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Kiai Blitar yang Diasingkan Belanda ke Banda Neira

Solichan Arif , Jurnalis-Minggu, 24 Oktober 2021 |15:53 WIB
Kisah Kiai Blitar yang Diasingkan Belanda ke Banda Neira
Kiai Bukhori/ ist
A
A
A

Sepeninggal Kiai Bukhori (Pulang ke Jawa), Jauharuddin Johar atau John Johar, murid Kiai Bukhori dipercaya melanjutkan syiar agama di Banda Neira. Bung Hatta yang meninggalkan Banda Neira tahun 1942, disebut banyak menggali pengetahuan Islam dari John Johar. Soal Islam Bung Hatta banyak berdiskusi dengan John Johar. "Karenanya kalau mengacu konsep sanad, Bung Hatta banyak belajar agama Islam dari Kiai Bukhori," terang Gus Bobby.

Dari Banda Neira, Kiai Bukhori membawa oleh-oleh tiga pasang pohon Pala dan dua kerang laut berukuran besar. Sepasang pala ditanam di Istana Gebang Kota Blitar, rumah masa kecil Bung Karno. Sepasang lagi ia tanam di Ponpes Jatinom yang kemudian bernama Maftahul Uluum dan sepasang lainnya diminta kerabat untuk ditanam di tempatnya. Menurut Gus Bobby, pohon pala peninggalan buyutnya itu hingga kini masih ada.

"Sampai sekarang pohon Pala itu masih ada. Dan sepulang dari ekspedisi Banda Neira saya juga membawa bibit pala juga," kata Gus Bobby.

Kembali dari pengasingan (tahun 1938), Kiai Bukhori kembali aktif ngaji di ponpes Jatinom Blitar. Terutama kitab kuning. Pesantren Jatinom sejak awal berdiri tidak mengajarkan santri ilmu kanuragan. Kiai Bukhori lebih mengedepankan tradisi literasi. Menurut Gus Bobby, tradisi mengaji Al-Quran beserta tafsir, hadist, Nahwu Sharaf, Ilmu Fiqih dan sejumlah kitab klasik terus berjalan hingga kini.

"Di pesantren Jatinom tidak mengajarkan kanuragan. Tetapi lebih ke literasi," terang Gus Bobby.

Dari pernikahannya dengan Khadijah, Kiai Bukhori dikaruniai 9 anak, yang dua diantaranya putra. Saat pemilu pertama di Indonesia tahun 1955. Kiai Shofwan, salah satu putra Kiai Bukhori merupakan pendiri sekaligus Ketua Partai NU Blitar. Kiai Bukhori tutup usia pada tahun 1945 dan dimakamkan di lingkungan Ponpes Jatinom, Kanigoro, Kabupaten Blitar. Sampai akhir hayat, sikapnya terhadap kolonialisme tidak berubah.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement