Keluarga yang Kelaparan Terpaksa Jual Bayi Perempuan Seharga Rp7 Juta

Susi Susanti, Okezone · Selasa 26 Oktober 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 18 2491737 keluarga-yang-kelaparan-terpaksa-jual-bayi-perempuan-seharga-rp7-juta-vMfhU1STdp.jpg Bayi dijual seharga Rp7 juta di Afghanistan (Foto: BBC)

KABUL - Seorang bayi perempuan telah dijual seharga USD500 (Rp7 juta) oleh keluarganya yang kelaparan di Afghanistan.

“Anak-anak saya yang lain sekarat karena kelaparan jadi kami harus menjual putri saya,” terang ibu dari bayi perempuan yang dijual itu.

“Saya berharap Saya tidak harus menjual putri saya,” lanjutnya.

Ayah bayi itu diketahui kerap mengumpulkan sampah, tetapi itu pun sekarang tidak menghasilkan apa-apa baginya.

“Kami kelaparan. Saat ini kami tidak memiliki tepung, tidak ada minyak di rumah. Kami tidak punya apa-apa,” ungkapnya.

Baca juga: PBB Peringatkan Afghanistan Butuh Dana, untuk Cegah Kehancuran Ekonomi dan Kelaparan

“Putri saya tidak tahu seperti apa masa depannya. Saya tidak tahu bagaimana perasaannya tentang hal itu. Tapi aku harus melakukannya,” ujarnya saat ditanya bagaimana nasib putrinya.

Wartawan BBC Yogita Limaye, yang melakukan perjalanan ke rumah sakit Médecins Sans Frontires di Herat mengatakan ketika bayinya bisa berjalan, dia akan dibawa pergi oleh pria yang membelinya.

“Pria itu telah membayar lebih dari setengah dari USD500 (Rp7 juta) yang dia jual. Itu akan membuat keluarga melewati beberapa bulan. Pria itu mengatakan gadis itu akan menikah dengan anaknya, tetapi tidak ada yang bisa memastikan,” ujarnya.

Baca juga: IMF Peringatkan Ekonomi Afghanistan yang Merosot Akan Berdampak pada Negara Tetangga

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan peringatan keras jika jutaan orang akan mati jika bantuan mendesak tidak segera mencapai Afghanistan.

Sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus lalu, Afghanistan telah menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan negara tersebut mengalami penurunan tajam dalam situasi tersebut.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini